KUALA PEMBUANG – Penanggulangan dampak bencana banjir yang merendam 35 desa dan memaksa 16.000 jiwa dari 4.000 Kepala Keluarga (KK) belakangan ini, akan menjadi prioritas di lingkungan pemerintah di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo mengatakan, untuk saat ini yang dibutuhkan ialah bantuan berupa logistik dan tenda-tenda darurat yang bisa dimanfaatkan oleh korban banjir. Selain itu penanggulangan pasca bencana banjir ini harus segera direalisasikan, seperti dana penanggulangan.
“Kita tidak bisa mengelak dari bencana banjir ini. Akan tetapi yang dibutuhan sekarang adalah uluran tangan pemerintah dan solidaritas dari sesama manusia. Maka dari itu, menurut hemat saya, alangkah lebih baik jika kita fokus kepada penanggulangannya untuk sementara ini,” tandasnya, Jumat 18 September 2020.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) ini menambahkan, dalam pertemuan antara legislatif dan eksekutif beberapa waktu lalu telah disepakati bahwa anggaran yang digunakan untuk penanggulangan berkisar Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak terduga.
“Tidak ada kendala dengan penganggaran. Kami menyepakati jumlah tersebut. Dan perlu diketahui bersama, kami juga sedang mengajak Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang ada di wilayah hulu untuk andil melakukan penanggulangan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat Bumi Gawi Hatantiring yang terdampak,” tukas Eko.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post