SAMPIT – Ketua Forum Bersama (Forbes) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Audy Valent meminta aktivitas bongkar muat hasil tambang sementara waktu dihentikan lantaran dinilai rawan terhadap penyebaran Covid-19.
“Selama ini hanya fokus pada warga yang datang menggunakan kapal penumpang, sementara keluar masuk tongkang yang mengambil hasil tambang di pedalaman tidak terkontrol. Padahal sangat rawan, apalagi saay melakukan bongkar muat ke Kapal kargo. Tidak menutup kemungkinan bersentuhan dengan orang asing. Tolong dihentikan sementara waktu, hingga wabah ini sudah tidak ada,” kata Audy Valent, Kamis, 9 April 2020.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, mengatakan penghentian aktivitas bongkar muat menggunakan kapal tongkang tidak serta merta bisa dilakukan. Sebab ada beberapa prosedur yang harus dilakukan.
Pihak perusahaan terkait harus menjalankan Surat Edaran (SE) Kementrian Ketenagakerjaan (Menaker) dalam membuat rencana kesiapsiagaan dalam menghadapi Covid-19 dengan tujuan memperkecil resiko penyebaran. Dan mematuhi SE Menaker tentang perlindungan buruh dan kelangsungan usaha.
“Yang pasti semua SE Menaker RI harus dijalankan. Termasuk memberikan upah penuh kepada pekerja yang ODP, PDP maupun Positif. Mari kita sama-sama berdoa agar wabah Covid-19 ini segera berakhir dan tidak ada lagi warga yang terdampak,” jelas Dadang.
(shb/matakalteng.com)






















Discussion about this post