SAMPIT – Penyebara tenaga pendidik atau guru di Kabupaten Kotim saat ini ternyata masih belum merata, karena masih banyak yang berada di daerah perkotaan. Sebab itu, anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah meminta kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan agar membuat terobosan untuk pemerataan penyebaran tenaga pendidik ini.
“Diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, untuk bisa mewujudkan pemerataan tenaga pendidik di Kotim. Karena anak-anak kita yang berada di daerah pedesaan sama haknya mendapatkan pendidikan yang berkualitas, karena anak-anak kita ini adalah generasi penerus bangsa,” ungkapnya, Kamis 30 Desember 2020.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2019 di Kotim pihaknya mendapati penyebaran tenaga pendidik di Kotim rasionya masih dalam batas kewajaran antara 1 berbanding 17. Namun fakta di lapangan, malah berbanding terbalik dengan yang mereka temukan. Pasalnya, masih banyak sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Kotim yang kekurangan guru.
Politikus muda Partai Golkar Kotim ini menjelaskan bahwa hal ini disebabkan karena tidak meratanya penyebaran tenaga guru di daerah Kotim. “Ke depan, kita berharap pemda melalui Dinas Pendidikan bisa melakukan terobosan dalam rangka mendorong pemerataan tenaga pendidik. Karena tidak sedikit sekolah yabg ada di Kotim kekurangan tenaga guru,” tandasnya
Selain itu, dari sisi anggaran, pihaknya melihat di tahun 2019 Pemkab Kotim hanya mampu mengalokasikan 12,83 persen dana APBD murni di luar dari dana transfer ke sektor pendidikan. Ini dikarenakan kemampuan keuangan daerah.
Pihaknya menginginkan kedepannya Pemkab Kotim bisa lebih besar mengalokasikan anggaran untuk dunia pendidikan. Karena pendidikan adalah salah satu item urusan wajib pelayanan dasar.
(saf/matakalteng.com)






















Discussion about this post