SAMPIT – Keluhan masyarakat di sekitar bantaran sungai Cempaga akibat aktivitas tongkang mengakibatkan keruhnya air sungai, mendapat perhatian dari Legislator Partai Golkar, Muhammad Arsyad.
Ia mengatakan, aktivitas tongkang yang hilir mudik di sungai Cempaga jangan sampai menjadi masalah yang tidak kunjung selesai, harus ada solusi dari semua pihak. Maka dari itu katanya dalam waktu dekat Komisi II DPRD Kotim akan melakukan koordinasi ke Komisi II DPRD Provinsi Kalteng terkait keluhan masyarakat tersebut.
“Besok kami akan ke Ibukota melakukan koordinasi ke Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, untuk menanyakan operasional perusahaan yang melintasi sungai cempaga seperti tongkang yang dikeluhkan masyarakat agar menjadi pertimbangan, karena wawenang di bidang Pertambangan dan Kehutanan ada di Provinsi,” jelasnya, Selasa 21 Januari 2020.
Menurut Arsyad, keberadaan perusahaan di sekitar tetap didukung karena sebagai sumber PAD. Namun jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan dampak negatif nya saja, perlu juga mendapat dampak positif.
Selain itu, Muhammad Arsyad juga Melihat potensi besar sektor bidang pertanian di wilayah Kotim khususnya dapil IV. Dia berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan potensi itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Sektor pertanian di Dapil IV harus diperkuat, karena merupakan sumber ekonomi dan sumber kehidupan masyarakat. Sebaiknya ada kawasan yang dikonsentrasikan khusus pertanian. jadi butuh diperhatikan serius. maka dari itu fasilitas dan teknologi penunjang pertanian juga harus ditingkatkan,” ujarnya
Muhammad Arsyad juga menyampaikan, meskipun anggaran tahun ini minim di bidang pertanian, akibat pengalihan anggaran ke belanja lain. DPRD Kotim akan memaksimalkan anggaran di tahun 2021 untuk membackup di sektor pertanian.
“Anggaran tahun 2021 fokus kita, untuk membackup di sektor pertanian. Karena tetap menjadi perhatian serius melihat potensi yang ada,” ambahnya.
(nd/matakalteng.com)






















Discussion about this post