PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah Muhammad Ansyari menyambut positif wacana pembangunan jaringan rel kereta api di Pulau Kalimantan yang kembali didorong masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurut Ansyari, gagasan pembangunan rel kereta api lintas Kalimantan bukanlah hal baru. Wacana tersebut telah bergulir sejak masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah periode sebelumnya, namun belum terealisasi karena berbagai pertimbangan, termasuk kebutuhan anggaran yang besar serta perubahan prioritas pembangunan di tingkat nasional.
“Kalau tidak salah, ide ini sudah diusulkan sejak zaman Pak Teras Narang. Namun dalam perjalanannya tentu membutuhkan waktu dan anggaran yang panjang, ditambah setiap pemerintahan memiliki prioritas pembangunan yang berbeda-beda,” ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.
Ia menilai, apabila pembangunan rel kereta api kembali masuk dalam daftar PSN, hal tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi proyek yang dinilai strategis bagi pengembangan kawasan Kalimantan.
DPRD Kalteng, kata Ansyari, sangat mengapresiasi langkah tersebut karena keberadaan jalur kereta api diyakini mampu meningkatkan konektivitas antarprovinsi di Kalimantan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau kembali digulirkan dan menjadi PSN, tentu kita sangat mengapresiasi. Kereta api ini nantinya bisa menyambungkan beberapa provinsi di Kalimantan dan memberikan dampak yang besar,” katanya.
Menurutnya, sektor yang akan paling merasakan manfaat adalah distribusi logistik dan barang. Kehadiran transportasi kereta api dinilai dapat memangkas waktu pengiriman sekaligus menurunkan biaya distribusi yang selama ini masih bergantung pada jalur darat dan sungai.
“Tentu sangat menguntungkan. Kehadiran rel kereta api akan memotong jalur distribusi dan menekan biaya logistik, sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” tegasnya.
Ansyari berharap pemerintah pusat dapat segera melakukan kajian dan langkah konkret agar rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan dapat direalisasikan, mengingat proyek tersebut dinilai mampu mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan.
(nra/matakalteng)




















Discussion about this post