PALANGKA RAYA – Program revitalisasi 100 sekolah di Kalimantan Tengah mendapat dukungan dari DPRD Kalteng.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menilai program tersebut menjadi langkah penting untuk memperbaiki kondisi infrastruktur pendidikan yang banyak mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah tua.
Menurutnya, revitalisasi sekolah harus terus ditingkatkan setiap tahun agar seluruh satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat tertangani secara bertahap.
“Saya sudah mencermati apa yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan. Pada prinsipnya kita mendukung. Bahkan kalau bisa bukan hanya 100 sekolah, tetapi lebih dari itu,” kata Sugiyarto, Jumat 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan, persoalan infrastruktur pendidikan tidak hanya terjadi pada SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi, tetapi juga pada SD dan SMP yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota.
Banyak sekolah di Kalimantan Tengah, lanjutnya, telah berusia lebih dari 20 hingga 30 tahun sehingga kondisinya memerlukan perhatian serius. Tidak sedikit bangunan sekolah yang masih berbahan kayu dan membutuhkan penggantian menjadi bangunan permanen yang lebih layak.
“Masih banyak sekolah yang perlu direvitalisasi karena usia bangunannya sudah sangat lama. Ada yang 25 tahun, bahkan 30 tahun. Kondisinya cukup memprihatinkan,” ujarnya.
Sugiyarto menilai fokus utama program revitalisasi saat ini memang masih pada perbaikan fisik sekolah, seperti bangunan, ruang belajar, meja, dan kursi. Menurutnya, pembenahan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas sebelum peningkatan fasilitas pendukung berbasis teknologi digital.
“Pondasinya harus diselesaikan terlebih dahulu. Banyak bangunan sekolah yang sudah tua dan perlu diperbaiki. Setelah itu baru fasilitas penunjang dan teknologi bisa ditingkatkan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota agar percepatan revitalisasi sekolah dapat berjalan optimal. Dengan kolaborasi tersebut, jumlah sekolah yang diperbaiki setiap tahun diharapkan terus meningkat.
“Kalau tahun ini 100 sekolah, harapannya tahun depan bisa 200 sekolah dan seterusnya sampai seluruh sekolah yang rusak dapat ditangani,” ucapnya.
Sugiyarto juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang aktif melakukan pendekatan ke pemerintah pusat. Menurutnya, kunjungan Wakil Menteri Pendidikan ke Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu terbukti memberikan dampak positif terhadap percepatan program revitalisasi sekolah.
Ia menilai pendekatan langsung dari kepala daerah kepada kementerian terkait dapat memperbesar peluang daerah memperoleh dukungan anggaran pusat di luar usulan yang telah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Data sekolah rusak memang sudah masuk dalam Dapodik, tetapi kunjungan dan komunikasi langsung dengan kementerian ternyata bisa mempercepat perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan daerah,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Pendidikan, sekitar 70 persen dari total 100 sekolah yang akan direvitalisasi merupakan SMK. Sementara sisanya berasal dari jenjang pendidikan lainnya.
Terkait besaran anggaran revitalisasi, Sugiyarto menyebut nilainya bervariasi karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah yang telah terdata dalam sistem Dapodik.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara transparan dan mempertimbangkan kemampuan manajemen sekolah, terutama jika pembangunan dilakukan melalui mekanisme swakelola.
“Kalau sekolah memang mampu melaksanakan swakelola dengan baik silakan, tetapi kalau tidak mampu jangan dipaksakan. Yang penting pekerjaan selesai tepat waktu dan anggarannya terserap dengan baik,” tegasnya.
Untuk pelaksanaan program, Sugiyarto mengatakan realisasi revitalisasi akan bergantung pada kesiapan masing-masing daerah dan sekolah penerima bantuan. Semakin cepat persyaratan dan kesiapan daerah dipenuhi, semakin cepat pula proses penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dapat dilakukan.
“Jadwalnya sangat bergantung pada kesiapan daerah. Kalau semua sudah siap, tentu proses revitalisasi bisa segera berjalan pada tahun ini,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)




















Discussion about this post