SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan II, Abdul Kadir, menyoroti sejumlah persoalan krusial yang masih dihadapi Kecamatan Baamang, terutama terkait infrastruktur dasar dan persoalan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rangkaian Musrenbang RKPD yang digelar di wilayah tersebut.
Menurut Abdul Kadir, secara garis besar permasalahan di Kecamatan Baamang hampir sama dengan wilayah lain di Kotim, namun persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan paling mendesak. Ia menekankan pentingnya pembenahan sarana dan prasarana, khususnya drainase, untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi.
“Kalau di Kecamatan Baamang secara garis besar hampir sama saja, terutama infrastruktur. Yang pertama adalah sarana prasarana seperti drainase untuk menangani banjir,” ujar Abdul Kadir, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah bersepakat dengan Penjabat Sekretaris Daerah Kotim untuk melakukan pembenahan drainase di sejumlah titik rawan. Dua ruas jalan yang menjadi perhatian utama adalah Jalan Muchran Ali dan Jalan Cristopel Mihing, yang selama ini kerap terdampak genangan air saat hujan.
“Tadi kami sudah bersepakat dengan Pj Sekda untuk membenahi drainase di Baamang, terutama di Jalan Muchran Ali dan Cristopel Mihing, sebagai langkah pencegahan banjir,” jelasnya.
Selain persoalan infrastruktur, Abdul Kadir juga menyoroti serius masalah penyakit masyarakat, khususnya peredaran narkoba dan minuman keras. Ia menilai penanganan persoalan ini sangat penting karena berdampak langsung terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kedua, terkait keseluruhan, kita juga harus fokus memberantas penyakit masyarakat, terutama narkoba. Ini sangat penting,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dan data kepolisian, Kecamatan Baamang tercatat sebagai wilayah dengan angka peredaran narkoba dan minuman keras yang cukup tinggi. Kondisi ini menurutnya memerlukan perhatian serius dan penanganan terpadu dari seluruh pihak terkait.
“Kalau laporan pribadi, termasuk data di Polsek, Baamang ini tertinggi untuk peredaran narkoba dan miras. Beberapa kasus sering terjadi dan sebagian besar memang di wilayah Baamang,” ungkap Abdul Kadir.
Di sisi lain, ia juga menyinggung persoalan pedagang dadakan yang berjualan di pinggir jalan. Menurutnya, persoalan ini telah disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat ditangani dengan solusi yang adil dan tertata, tidak hanya terfokus pada satu lokasi tertentu.
“Untuk pedagang dadakan di pinggir jalan, kita sudah minta kepada pemerintah daerah agar bisa diselesaikan, termasuk di beberapa titik, tidak hanya di Pasar Keramat,” katanya.
Meski demikian, Abdul Kadir menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat menghalangi masyarakat dalam mencari rezeki. Sebaliknya, DPRD mendukung penuh usaha masyarakat, baik di Kecamatan Baamang maupun wilayah lainnya, selama tetap memperhatikan ketertiban dan kepentingan bersama.
“Kita tidak menghalangi orang untuk mencari rezeki. Kita selalu mendukung usaha masyarakat, tidak hanya di Baamang saja,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post