PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Freddy Ering, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi menagih kekurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Freddy menilai penagihan kekurangan bayar DBH sangat penting untuk menjaga stabilitas APBD sekaligus keberlangsungan pembangunan daerah.
“Kami mendukung penuh langkah Pemprov menarik dana dari pusat karena ada peluang. Ini penting agar target APBD tercapai dan pembangunan tetap berjalan. Apalagi tahun pertama periode ini, tidak elok kalau APBD turun terlalu jauh,” ujarnya saat diwawancarai awak media di DPRD Kalteng, Kamis 25 September 2025.
RAPBD 2026 mengalami sorotan karena diproyeksikan menurun, salah satunya akibat serapan DBH dari pusat belum maksimal. Meski begitu, Freddy menekankan perlunya penajaman prioritas pembangunan. “Tidak terlalu buruk (jika masih ada sisa DBH yang belum dibayar). Namun tidak semua prioritas bisa dipenuhi. Tetap yang harus didahulukan yaitu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.
Terkait kebijakan perpanjangan program pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga akhir 2025, Freddy menilai langkah itu positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Ini bentuk penyadaran wajib pajak, dengan memberi kemudahan, insentif, dan keringanan,” jelasnya. Namun ia mengingatkan agar masyarakat tidak terbiasa menunda kewajiban.
“Memang ada potensi itu. Tapi dengan adanya kemudahan, diharapkan kepatuhan meningkat. Katakanlah sebelumnya hanya 50 persen, bisa naik jadi 70 persen. Itu sudah peningkatan,” ungkapnya. Freddy menegaskan pembayaran pajak harus dipandang sebagai tanggung jawab warga negara, bukan beban.
“Hasil pajak kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan, pemerintahan, dan pembangunan. Jadi jangan terlena meski ada pemutihan,” tandasnya. Menurut Freddy, perpanjangan program pemutihan wajar dilakukan jika target penerimaan pajak belum tercapai. “Kalau target belum terpenuhi, program diperpanjang. Itu hal biasa dalam mekanisme pemungutan pajak,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post