KASONGAN – Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Yudea Pratidina, menyoroti pentingnya efektivitas penyaluran bantuan pendidikan tahun 2025 yang digagas Pemkab Katingan. Menurutnya, bantuan tidak hanya harus tepat sasaran, tetapi juga tepat guna agar benar-benar memberi dampak positif bagi kualitas pendidikan di daerah.
“Bantuan pendidikan jangan hanya diterima, tetapi harus dimanfaatkan sesuai tujuan. Misalnya untuk menunjang kebutuhan belajar siswa, bukan untuk hal lain,” ucap Yudea Pratidina, Jumat 26 September 2025.
Dia menilai, mekanisme transparansi yang ditekankan pemerintah sudah baik, namun perlu ditambahkan langkah pengawasan yang lebih ketat. Yudea Pratidina mengusulkan agar ada laporan berkala dari sekolah terkait penggunaan bantuan, sehingga dapat dipantau sejauh mana manfaat yang dirasakan peserta didik.
Sebagai solusi, dia juga mendorong Pemkab memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu dan wilayah terpencil. Hal ini dinilai penting agar bantuan benar-benar membantu mereka yang paling membutuhkan.
“Bagi anak-anak di pedalaman, bantuan pendidikan sangat vital. Bisa jadi itu penentu apakah mereka bisa terus sekolah atau tidak. Jadi, jangan sampai ada yang terlewat,” tegasnya.
Legislator PDI Perjuangan ini menambahkan, DPRD siap bekerja sama dengan Pemkab dalam mengawal penyaluran bantuan. Ia berharap program 2025 menjadi momentum memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Katingan.
“Harapan saya, setiap anak Katingan punya kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.
(anr/matakalteng.com)





















Discussion about this post