PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan IV, Ampera A.Y. Mebas, meminta pemerintah provinsi memperhatikan kembali pembangunan ruas jalan Bentot–Hayaping dan Hayaping–Patung di Kabupaten Barito Timur yang mengalami pemangkasan anggaran signifikan.
Ampera menjelaskan, pada pembahasan APBD 2024 untuk pelaksanaan tahun 2025, kedua ruas jalan tersebut awalnya dianggarkan masing-masing Rp30 miliar. “Saya bahkan sempat mengusulkan tambahan Rp7,5 miliar untuk segmen Patung–Hayaping. Namun, dengan alasan efisiensi, anggaran dipangkas menjadi Rp20 miliar untuk Bentot–Hayaping dan Rp20 miliar untuk Hayaping–Patung,” ujarnya kepada awak media, Selasa 26 Agustus 2025.
Lebih lanjut, Ampera mengungkapkan hasil lelang hanya mencapai sekitar Rp19 miliar lebih dan kembali diadendum menjadi Rp5,9 miliar. Lebih lanjut, Ampera mengungkapkan hasil lelang hanya mencapai sekitar Rp19 miliar lebih dan kembali diadendum menjadi Rp5,9 miliar.
“Artinya, baik ruas Bentot–Hayaping maupun Hayaping–Patung hanya terealisasi sekitar Rp5,9 miliar. Padahal, jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, bukan kabupaten. Ini yang menjadi persoalan: mengapa anggaran bisa dipangkas sedemikian rupa bahkan diadendum lagi?” tegasnya.
Dia menekankan pentingnya keseriusan pemerintah provinsi dalam membangun Barito Timur yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar Dana Bagi Hasil (DBH) Batubara. “DAS Barito memberikan kontribusi sekitar Rp1,5 triliun dari royalti batubara, sedangkan DBH sawit hanya sekitar Rp25 miliar. Tapi apa yang daerah penghasil dapatkan? Hampir tidak sebanding,” kata Ampera.
Ampera mendesak pemerintah provinsi untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan infrastruktur di daerah penghasil. “Saya minta pemerintah provinsi benar-benar memperhatikan DAS Barito, khususnya Barito Timur. Kami penyumbang besar DBH Batubara, tapi jangan dibiarkan tertinggal dalam pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post