Oleh: Rut Sri Wahyuningsih***
Kabar cukup memrihatinkan beredar di media sosial “Masjid Al-Aqsa Terancam Roboh akibat Penggalian Bawah Tanah Israel”(CNN Indonesia.com, 25-10-2025). Sungguh tak cukup sifat jahat disematkan dalam diri Israel laknatullah, setan pun sepertinya kalah keji. Mereka tak mengenal kata damai atau genjatan senjata. Terus menyerang, memburu dan membunuh.
Masih juga berusaha menggali terowongan di bawah Masjid mulia, tempat Rasulullah saw. melakukan Isra mi’raj. Sungguh tak punya rasa hormat samasekali. Pemerintahan Yerusalem berusaha mengingatkan bahaya lebih lanjut dari penggalian yang dilakukan Israel. Penasihat Kegubernuran Yerusalem Marouf Al-Rifai menyebutkan penggalian ini merupakan bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam.
Jelas ini melanggar hukum Islam, maka wajib dihentikan, utamanya penggalian terowongan yang menghubungkan beberapa situs bersejarah. Salah satu terowongan ini, yang dikenal sebagai ‘Pasar Jabbana’, sudah diubah menjadi jalur wisata Yahudi, yang mengancam infrastruktur di bawah Masjid Al-Aqsa.
Apa Misi Israel?
Dalih Israel untuk pekerjaan arkeologi, Al-Rifai menyebut proyek tersebut adalah rencana politik sistematis untuk meyahudisasikan Kota Tua dan mengubah identitas historis serta geografisnya, sebab penggalian tersebut tidak memiliki metodologi ilmiah dan merupakan pelanggaran status quo, yang menegaskan bahwa penggalian tersebut murni bermotif politik.
Masih menurut Al-Rifai, proyek terowongan ini didanai oleh pemerintah Israel dengan satu proyek besar sebuah terowongan di lingkungan Silwan di selatan Masjid Al-Aqsa yang disebut “Jalan Peziarah”. Proyek ini membentang sepanjang 600 meter dari Mughrabi Gate Plaza hingga Tembok Barat. Selain itu, masih ada beberapa terowongan di sekitar Masjid Al-Aqsa.
Israel juga membuka paket wisata terowongan yang digali baru-baru ini, selain wisata Tembok Barat, Kota Tua Daud, dan paket wisata masuk kompleks Al-Aqsa. Laporan Anadolu mengacu Profesor Arkeologi Jamal Amro, penggalian Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa telah berlangsung gencar dalam 60 tahun terakhir dan mencapai fondasi kompleks dalam 15 tahun terakhir. Sejak pendudukan pada 1967, Israel telah melakukan lebih dari 100 penggalian di wilayah tersebut.
Jika Benar Al Aqsa Runtuh, Bencana Bagi Kaum Muslimin
Apapun alasannya, Israel memang sengaja membangun lorong di bawah Masjid Al Aqsho untuk meruntuhkan bangunan masjid. Kesengajaan ini bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam. Sehingga ketika Masjid Al Aqsa runtuh, akan memuluskan Israel mengendalikan Al Aqsa.
Sungguh, jika benar Masjid Al Aqsa runtuh, hal ini menjadi bencana sekaligus aib bagi kaum muslimin. Satu tempat yang sangat sarat makna, mulai tempat lahir para nabi, tempat Isra Mi’rajnya Nabi Muhamad, kiblat pertama kaum muslim, tanah Kharajiyah kaum muslim hingga tempat tegaknya kembali, insyaallah, Khilafah kedua yang dijanjikan Allah swt. Runtuh karena tak ada penjagaan, hilang karena tak ada perhatian. Kemuliaannya tergantikan dengan buta mata buta hatinya pemimpin muslim dunia. Astagfirullah.
Saatnya Kembalikan Penjaga Al Aqsa, Khilafah ala Minhaji Nubuwah
Kejahatan Israel tak termaafkan lagi, sebab terbukti sangat keji dalam memusuhi Islam, menentang agama Allah dan umat Islam dengan melakukan genosida. Solusi dua negara yang selama ini digembar-gemborkan tak akan pernah bisa menghentikan kejahatannya hingga yaumil kiamat. Bahkan perjanjian Abraham Accord yang ditandatangani tanggal 13 Agustus 2020, antara Israel, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat, hanyalah kamuflase normalisasi hubungan negara Arab dengan Israel dan Amerika yang sama-sama negara penjajah. Tak ada pengaruh apapun atas perubahan yang lebih baik bagi dunia, khususnya Palestina.
Dari Muawiyah bin Qurrah dari Bapaknya ra., dari Nabi saw. bersabda, “Jika penduduk negeri Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Akan tetap ada di kalangan umatku sekelompok orang yang mendapat pertolongan, orang-orang yang suka merendahkan tidak akan bisa membahayakan mereka sampai hari Kiamat tiba.” (HR. Ahmad No. 15044; HR. At-Tirmidzi No. 2192; dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Ash-Shahihah No. 403), salah satu hadis Rasulullah di antara sekian banyak hadis yang menceritakan keutamaan Masjid Al Aqsa, tentulah wajib menjadi perhatian kita kaum muslimin untuk selalu menjaganya, terlebih Masjid Al Aqsa adalah kota suci ketiga setelah Al Haram dan masjid Nabawi.
Sebelumnya, Masjis Al Aqsa senantiasa dalam penjagaan Khilafah, yang tak mungkin terjangkau oleh tangan-tangan kotor musuh Islam apalagi Israel. Ketika Khilafah terakhir di Turki Ustmani telah runtuh, otomatis penjaga itu juga hilang. Kitalah kaum muslim yang hidup di era ini yang diberi kesempatan istimewa untuk memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah, perisai umat dan penjaga Al-Aqsa. Wallahualam bissawab.
(Penulis bertugas di Institut Literasi dan Peradaban)






















Discussion about this post