• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Pemuda Mabuk Kecubung, Rusaknya Generasi Dalam Sistem Sekulerisme

Pemuda Mabuk Kecubung, Rusaknya Generasi Dalam Sistem Sekulerisme

Senin, 29 Juli 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Safwatera Weny ***

Setelah judi online, kini pemuda viral mabuk kecubung, seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan kota Banjarmasin. Puluhan warga mabuk kecubung, 44 orang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) bahkan di antaranya dua orang dilaporkan meninggal. Kedua korban diketahui mengoplos kecubung dengan alkohol dan obat-obatan. Yuddy menjelaskan Fenomena mabuk kecubung merupakan masalah yang serius.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Kepala kepolisian Resort kota Banjarmasin menghimbau, jika tanaman kecubung dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan mental sementara atau permanen, para pelaku berbicara dengan kata-kata yang tidak jelas sebagai efek dari berhalusinasi ujarnya. Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarmasin, Brigjen Pol Wisnu Andayana, mengatakan kecubung dalam undang-undang belum masuk sebagai bagian dari golongan narkotika dan psikotropika, sehingga pelaku dan pengedarnya belum bisa di hukum pidana. (Kompas.com 10/7/2024)

Sungguh miris, generasi mabuk-mabukan di negeri ini sudah menjadi kebiasaan pemuda. Tiada hari tanpa mabuk, mengonsumsi miras (alkohol) oplosan, mencampur miras dengan obat-obatan tertentu hingga tumbuhan kecubung. Berdasarkan survei pada tahun 2020 tren konsumsi dan pembelian minol (minuman alkohol) di Indonesia terdiri dari 4,9% Gen Z usia muda 15 – 24 tahun dan 6,7% generasi Milenial usia dewasa dari 25 – 34 tahun. Lantas mengapa pemuda hari ini mudah terjerumus pada kehidupan alkohol?

Dalam sistem kapitalisme sekulerisme yang hari ini diterapkan yakni sistem yang hanya mengejar keuntungan materi, memisahkan agama dari urusan kehidupan. Pemuda kehilangan jati diri sebagai seorang hamba untuk mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Dalam kapitalisme demokrasi sekuler, kebebasan berprilaku semakin di legalkan dengan budaya liberalisme atas nama Hak Asasi Manusia.

Pemuda merupakan agen perubahan dan pemimpin masa depan bangsa. Mabuk kecubung menunjukkan rusaknya generasi dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menyelesaikan masalah hidup, adalah bukti lemahnya mental generasi. Lemah iman, dan lemah ilmu yang menjadikan pemuda hari ini jauh dari takwa.

Hal ini wajar terjadi, karena pemuda kehilangan arah tujuan hidup yang benar. Tujuan hidup manusia untuk beribadah kepada Allah dan meraih ridha Allah Swt, hal ini tidak tertanam pada pemikiran pemuda hari ini. Sebaliknya mereka teracuni dengan pemikiran kapitalisme sekulerisme, yang orientasi hanya mengejar kesenangan duniawi.

Mereka menganggap semakin bebas manusia bertingkah laku, tanpa diatur aturan tertentu maka hidup akan semakin bahagia. Hal ini menggambarkan cara pandang hidup yang rusak, kegagalan sistem pendidikan sekuler dalam mencetak generasi berakhlak mulia, dan justru mencetak generasi dengan perilaku liberal.

Hidup hanya mencari kesenangan jasadiyah sebesar-besarnya, sehingga ketika mereja dihadapkan pada masalah hidup, konsumsi alkohol menjadi pelarian. Negara yang menerapkan sistem kapitalisme sekuler melegalkan produksi dan distribusi, sebagai alasan sumber pemasukan bagi negara melalui pajak.

Sistem kapitalisme memandang, bahwa segala sesuatu yang mendapatkan keuntungan akan terus diproduksi, meski haram, membahayakan kesehatan dan menimbulkan kerusakan pada generasi muda. Maka, hal tersebut berbeda dengan sistem Islam, yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam kehidupan. Allah Swt berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُوَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِالشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (T.Q.S Al-Maidah:90)

Islam menutup celah produksi miras (alkohol), mulai dari pabrik, distributor, penjual hingga konsumen. Negara Khilafah akan menyelamatkan umat manusia dari barang haram, melalui tiga pilar yakni ketakwaan individu, dengan memiliki kesadaran diri sebagai hamba Allah dan memahami setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Islam memiliki sistem pendidikan berkualitas yang mampu mencetak generasi berkrepibadian Islam, bermental kuat dan produktif.

Selanjutnya pilar kontrol masyarakat, masyarakat dalam Khilafah adalah yang memahami syariat Islam. Masyarakat akan melakukan amar makruf dan nahi munkar yakni saling menasihati dalam kebaikan dan mencegah kemaksiatan. Dan yang terakhir pilar negara, negara akan memberikan sanksi bagi pelaku maksiat.

Sanksi yang membuat efek jera bagi pelaku, dan mencegah orang lain melakukan perbuatan yang serupa (zawajir) dan jawabir yakni hukum Islam sebagai penebus dosa bagi pelaku di akhirat. Penduduk negeri yang beriman dan bertakwa akan menggunakan berbagai bahan alami secara bijak sesuai tuntunan syariat. Demikianlah Khilafah kebutuhan mendesak yang wajib kita terapkan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan.

Allah Swt berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami,) maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. (T.Q.S Al-A’raf:90)

Wallahu’alam bi ash-showab

(Penulis merupakan tenaga pendidik di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share2Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pemkab Kotim Gelar Job Fit, 12 Pejabat Eselon 2 Ikut Jadi Peserta

Next Post

Kenalkan Aplikasi SIPGAR Melalui Senam Sehat Bersama

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Kenalkan Aplikasi SIPGAR Melalui Senam Sehat Bersama

Menjaga Kesehatan Tidak Hanya Melalui Makanan Bergizi

Cabang Olahraga Diharapkan Ikut Sosialisasikan Kebugaran untuk Masyarakat

Belasan Desa, Sekolah dan Perusahaan di Kotim Dicanangkan Sebagai Wilayah Bersinar

Jelang Pilkada, Dewan Ajak Masyarakat Barsel Jaga Persatuan Dan Kesatuan

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK