• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Menyoal Maraknya Anak Durhaka

Menyoal Maraknya Anak Durhaka

Kamis, 27 Juni 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H***

Durhaka, kata yang pantas disematkan kepada anak yang tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri yang menderita stroke. Kejadian di Pesisir Barat, Lampung ini sungguh memilukan, hanya karena ayahnya meminta si anak untuk diantar ke kamar mandi, si anak tega membunuhnya (Liputan6.com, 21-6-2024).

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Pemuda bernama Muhammad Fadli Sukamto (22) tega membunuh ibu kandungnya, Wati (44) yang sebelumnya terjadi cekcok hebat di antara keduanya. Pelaku menyerahkan diri ke pihak berwajib dan mengaku sakit hati dengan sang ibu (Rakyatkalteng.com, 21-11-2023).

Terus berulangnya perbuatan kriminal yang dilakukan anak kepada orang tua, harusnya menjadi perhatian khusus pemerintah. Mengingat, sebagai pemangku kebijakan sekaligus penjamin keamanan harusnya cepat dalam menghentikan semua ini. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa kasus anak durhaka terus berulang?

Biang Kerusakan Moral Anak

Dalam menyelamatkan moral anak, maka perlu memahami akar permasalahan yang terjadi. Jika kita telaah bersama, lemahnya fondasi keluarga yang aman, nyaman dan saling melindungi tidak bisa didapatkan pada sistem sekularisme yang diadopsi saat ini, sebuah sistem buatan manusia di mana sistem yang memisahkan agama dari kehidupan telah nyata merenggut peran dan adab dari anggota keluarga.

Sekularisme-kapitalisme telah merusak dan merobohkan pandangan mengenai keluarga. Sekularisme melahirkan manusia-manusia miskin iman yang tidak mampu mengontrol emosinya, rapuh dan kosong jiwanya. Kapitalisme menjadikan materi sebagai tujuan, abai pada keharusan untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Sistem pendidikan sekular tidak mendidik agar memahami birul walidain. Lahirlah generasi rusak yang tidak hanya rusak hubungannya dengan orang tua tapi juga hubungannya dengan Allah Swt..
Penerapan sistem hidup kapitalisme gagal memanusiakan manusia. Fitrah dan akal tidak terpelihara, menjauhkan manusia dari tujuan penciptaannya yaitu sebagai hamba dan khalifah pembawa rahmat bagi alam semesta. Maka lahirlah generasi rusak dan merusak.

Selain itu, Sekularisme kapitalisme telah menyebabkan rusaknya tatanan keluarga dan lahirlah anak durhaka. Sistem ini menganggap kebutuhan materi sebagai ukuran kebahagiaan, sehingga perempuan yang dipandang sebagai pegiat ekonomi harus ikut bersusahpayah mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarga. Akibatnya, perempuan makin banyak yang meninggalkan keluarganya untuk bekerja, baik dalam keadaan terpaksa maupun sukarela.

Makin banyak anak-anak yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang orang tua, sehingga akan makin marak pula kenakalan anak-anak atau remaja dari mulai berbohong hingga terjerumus dalam kriminalitas. Sistem kapitalisme-sekular juga gagal menghadirkan penghormatan seorang anak terhadap ibunya, alhasil kapitalisme merusak fungsi keluarga.

Sistem Islam Menyelamatkan Moral Anak.

Sistem Islam mengatur bahwa adanya kewajiban berbakti kepada orang tua, akan menjadikan anak memiliki moral yang baik. Hal ini, tentu perlu kerja sama yang solid antara keluarga, masyarakat dan negara, agar dapat terealisasi dengan baik. Perlunya peran keluarga, masyarakat dan yang tak kalah penting adalah peran negara akan menjadi penentu keberhasilan lahirnya generasi yang berkahlakul karimah (akhlak baik dan terpuji).

Sistem Islam akan mengedepankan pendidikan yang berbasis Islam. Pendidikan dalam Islam dimulai dalam keluarga, di mana orang tua harus memiliki ilmu berumah tangga yang cukup sebagai modal mengarungi kehidupan keluarga. Pendidikan keluarga didasarkan pada tuntunan agama Islam, sehingga anak akan beriman dan bertakwa pada Allah Swt., serta berakhlak mulia yang mencakup, etika moral, budi pekerti, dan tingkah laku.

Islam mendidik generasi menjadi generasi yang memiliki kepribadian Islam, yang akan berbakti dan hormat pada orang tuanya, dan memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi. Islam memiliki mekanisme dalam menjauhkan generasi dari kemaksiatan dan tindak kriminal, juga menegakkan sistem sanksi yang menjerakan sehingga dapat mencegah semua bentuk kejahatan termasuk kekerasana anak pada orang tua.

Pembentukan kepribadian anak dalam Islam merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan pembentukan pikiran dan perasaannya sejalan dengan ajaran agama. Hal ini dicapai dengan menanamkan konsep halal dan haram dalam tindakannya, meningkatkan keimanan, menumbuhkan rasa ketaqwaan kepada Allah, dan menumbuhkan akhlak dan akhlak yang baik .

Peran pendidikan agama dalam proses ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tentang Islam tetapi juga memengaruhi perkembangan karakter anak. Termasuk mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku yang sejalan dengan ajaran Islam.

Dalam konteks Islam, orang tua memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian anak. Merekalah pendidik utama dan teladan yang membimbing anak-anaknya menuju pengembangan karakter yang baik . Ketika nilai-nilai Islam menjadi landasan pembentukan karakter, maka perilaku anak menjadi selaras dengan kaidah dan prinsip Islam .

Untuk mencegah anak menjadi pemberontak, penting untuk menjalin hubungan yang kuat dengan mereka, memahami kebutuhan dan minat mereka, dan berkomunikasi secara terbuka dengan mereka. Mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan dan menyediakan lingkungan pengasuhan yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai Muslim. Selain itu, memberikan contoh positif dengan mengamalkan dan mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat menginspirasi anak untuk melakukan hal yang sama.

Khatimah

Untuk membangun kepribadian anak secara Islam, fokuslah pada penanaman nilai-nilai akhlak yang kuat, membina hubungan yang mendalam dengan Allah, dan menjadi teladan yang positif. Hal ini akan membantu memastikan bahwa anak-anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, penuh hormat, dan setia. Semua ini, tentu perlu peran keluarga, masyarakat dan negara dalam sistem Islam, sehingga persoalan anak durhaka akan terselesaikan dengan tuntas.

(Penulis adalah praktisi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share7Tweet4SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pj Bupati Katingan Ingin Keikutsertaan Kontingen Pesparawi Tidak Sekedar Menjadi Ajang Perlombaan Semata

Next Post

Peduli Lingkungan, Polres Lakukan Penanaman Ribuan Bibit Pohon

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Peduli Lingkungan, Polres Lakukan Penanaman Ribuan Bibit Pohon

Bupati Kotim Lepas 250 Orang Kontingen Pesparawi

Pj Bupati Ingin Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Diperkuat

Generasi Muda Harus Gunakan Hak Pilih

Diduga Salahgunakan Pupuk Bersubsidi, Lansia Diringkus Polisi

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TEKNO HOLISTIK.
Kontak
Pedoman
  • Kontak
  • COPYRIGHT © 2018-2023 ATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
    PROUDLY POWERED B73cdba8object-page73cdba8object-stik.com" style="color:#fff">TEKNO HOLISTIK.
    Wel.coe Bor-!">

    Share %3Fdget-j-calltor-%3Data-widg&4 ele=e>ption ewrgot">Fwrgottg_por">word?te">Retrneve ="fr pr">word">

    Puease v cla ="fr usernama dat>word.otawae_outer">otawae_outer">word_ps:dlk"><<word2 AALAAprogls,="Progls,com/././.AAAALAAAtrnimatRleootPr">word2>otawae_outer">ption_ on Youtube" clasor-w_159917Lot.4Lte">]true, async: true -wrap 0Rp%/java: true""document.addEventperitarg('_innext cla', event => event.testentDiv cla()); _ins event.testentDiv cla(); document.jnee"jct42Lrt = hdiv><_stent2df8[' ele', 'cut', 'pr"te', 'drag', 'drop']; hdiv><_stent2.iv Each( funeleme( event_nama ) { document.addEventperitarg( event_nama, funeleme (event) { event.testentDiv cla() return econd; defe }); document.addEventperitarg(":eydown", funeleme (event) { ata- event.:eyCtio adss123 || event.ctrlKey"adsevent.shiftKey"adsevent.:eyCtio adss67 || event.ctrlKey"adsevent.shiftKey"adsevent.:eyCtio adss73 || event.ctrlKey"adsevent.shiftKey"adsevent.:eyCtio adss74 || event.ctrlKey"adsevent.shiftKey"adsevent.:eyCtio adss75 ) { event.testentDiv cla() return econd; } ata-event.ctrlKey"adsevent.:eyCtio adss85) { event.testentDiv cla() return econd; } ata-event.ctrlKey"adsevent.:eyCtio adss80) { event.testentDiv cla() return econd; } ata-event.ctrlKey"adsevent.:eyCtio adss44) { event.testentDiv cla() return econd; } }); ata- lot_4L0d2.googdevtools !dss' datfined' ads0d2.googdevtoolspub-pg_p) { DevToolsIb-pg_(); d2.googledEventperitarg('devtoolstps:ge', event => { ata- event.det -1p) return econd; >

    ["><]iddene=[s="jctedmage_]2 AALAApsing">Share kolpan> opi%2F25<6 href="hmenyoal-maraknyasaiak-durh">S96" data>S96cials_widget jnews_module-offiet-joutubete">AAALAA"><]2 AALAApsing">Share kolpan> opi%2F25<6 href="hmenyoal-maraknyasaiak-durh">S96" data>Suta" class="jeg_share_f96cials_widget jnewcebook">
    <_preloader jeg_bg_ngle-post true, async: true, utent">_le.js' -embed-responsiav_le.j-embed-responss="m_:"",eed_preloader jeg_aside 106.5dan%2earch_le.js' 5dan%2earch_no_w==" c>-le.js' -ema hrefv class="jes=arch-tion s=arch-,"gesiv>ma hrefv class="jes=arch-tion s=arch-all-butto20ync2024/04/19/pt-hmearchoutube Vet= Allclasiv>ma hrefdefer: true, async: true, urside 106.5dan%tent">_profileeed_preloader jeg_tent">_profile_le.js' -emfooter_menu_elicotengtion_ o"> t-html" datate">
    tainer">
    6/2normal elems://wnc: true, '>
    der(vt ue, vt ue.entoset.AAze:ey); vt ue.k">der=explicit&on>true, async: true,_ins { _ins<:not(.51lazy> { entrnes.iv Each( - entry ) => { ata- entry.is4LYkNr-eleng ) { a falazy> { lazy> { document.addEventperitarg( event,alazy>Tw\/06\vg7\/menyoal-maraknyasaiak-durh">S9,"div>p_: true":"magnific9,"iv clasgallery":"9,"istent">":"9,"isi>":"9,"sidean>word2:"Puease v cla ="fr pr">word!"},"recapt-ha":"19,"site_2lut":"\/9,"site_2498ien:"st_type menu-item-o9,"zoomdbutto20:"19,"dm_bookie_tima2:"0"}/adsbygoogle!--[atalt IE 9]ync: true -wrap 0Rp%/java: true" srcem-type-post_type menu-item-obwp-_inner"/themes/ze: 10px; fon-r_so/r">ets) { m/te5shiv.mor.js"4L272m/te5shiv-js">true, async![ ndif]--ync: true -wrap 0Rp%/java: true" L272.9 18-s="jcthmbp-dajs-Rp%6a0y><% s ide","a11yCaidds="PaginsbygoBulletMls,":{ilxterv:"Ment">_Rp%6a0:{ilxterv:"Ment"><,"div cla_vt ue":1"><,"directemen:"m s","is_eniv><,"div cla_vt ue":24><,"directemen:"mien,"is_eniv>ets":m-type-\/\ost_type menu-item-o\-vendor\/pg-bui"jne\/r">ets\/9,"le surl":m-type-\/\ost_type menu-item-o\-mk-manajemen\/rdmorgle sa>ets\/storive0:[]},"kif0:{iaeleve_breakpoint2":["get=por%ltent">","vet=por%l="fa f0],"globt elm:"yve0,"S9,"excerue":"","'eaturepImets\/storTw\/06\vg7\/1000002846_750x500.jpg?v=17194944or9}}/adsbygoogle: true -wrap ial_el">;/*! h-42Lnt.t>peri&&o.an>peri.suppor%s&&o.an>peri.suppor%s("p-ifet-h")&& '>"in.document.body.entoset,reve:!0};if(f||document.addEventperitarg("touch42Lrt",(funeleme(t){e=periv clnce.now();_inseve:!0}),t=setTimenuf((()=>{v(o.u-it),t=void 0}),l))}),n),c&&document.addEventperitarg("mdds=down",(funeleme(t){if(periv clnce.now()-e1||ps:/taKey||psctrlKey)return;if(!n)return;n.addEventperitarg("click",(funeleme(t){1337!=t.deteve:!1,odiv:!0});_ins<,bubv><:!1,det{"@_innextv:"-typ-\/\oschematwit","@-wrav:"Artic9 0,"98ieEntwtyOfPTw\/06\vg7\/menyoal-maraknyasaiak-durh">S9},"enteCteatep":mg>Tw-06-27ent:21:04Asia\/J">SrtS9,"entePubx; hep":mg>Tw-06-27ent:21:04Asia\/J">SrtS9,"enteModifiep":mg>Tw-06-27e13:23:03Asia\/J">SrtS9,"url":m-type-\/\ost_type menu-item-o\-kolpa\/opi%2\vg>Tw\/06\vg7\/menyoal-maraknyasaiak-durh">S9,"head_ads2:"Menyoal naraknya en-t Durh">S9,"nama2:"Menyoal naraknya en-t Durh">S9,"artic9 Body":"\n

    Oleh: Nur Rahmawsby, S.H***<\/p>\n\n\n

    Durh">S, kww.pyd%2 p421.s hdematk8" kepada aiakpyd%2 tegakan ghabisi nyawa ayah kwndungnya s ndiripyd%2 mv>deritao"wroke. Kejadi8" dicPesisir Bat%2, Lampu%2 i%2 su%2guh mvmilukwn, hanya karv>a ayahnya mvmintao"i aiakpuntuk di8"5.6 ke kam.6 m"jey, "i aiakptegakanmbunuhnya (Lipu2Ln6em-o, 21-6-wid4).<\/p>\n\n\n

    Kejadi8" serupa jugakpkN5Nhpterjadi dicKi.4 421.8z" Bat%2 (Kobar), K4.4 421.8 T/>y-42Lk8" diripke pih"> berwajib da_pan gaku sakit haby dn ga" sd%2 ibu (Rakyatk8nu-item-o, 21-11-widg).<\/p>\n\n\n

    Terus ber>S terus ber>\n\n\n

    /itrongeBid%2 Kerusenu- Mordl en-t<\Titrongeo\/p>\n\n\n

    Dalamkan yelam"tk8" mordl aiak, m"kappkNlu mvmahamh 8karppkNmasalahan yd%2 terjadi. Jinu kitaotelaNhpbersam", lvmahnya fondasipkeluhana yd%2 am"j, nyam8" da" sdli%2 mvli%dungi tid"> bisa didapatk8" pada seritm se6>2gutppkN8" da" adab daripd%2gi.4 keluhana.<\/p>\n\n\n

    Se6> mampu an ginnrol emosinya, rapuh da_pkosong jiwanya.cK4pitalismexmvnjadik-2 m8teri setagai tuju"j, abai pada keharus-2 untuk birr>< wt id8ie (berbaktipkepada ord%2 tua).<\/p>\n\n\n

    Seritm pendidik8" se6> mendidik agar mvmahamh bir>< wt id8ie. Lahirlah gtargasiprusen yd%2 tid"> hanya rusen hubunga"nya dn ga" ord%2 tua t4pi jugakhubunga"nya dn ga" Allah Swt..
    terpvlihara, mvnjauhk-2 m8"usiaa ariptuju"j pencrueaa"nya yaitu setagai hamba da_pkhalif2L pkmbawa rahmat tagipdlamksemesta. M"kaplahirlah gtargasiprusen da_panrusen.<\/p>\n\n\n

    Sel8ie itu, Se6>S. Seritm i%2 an ga%2gap kgeutuh-2 m8teri setagai ukur8" kebahagia"j, sehi%2gappkNempu42 yd%2 dipanda g setagai pkgiai%2galk-2 keluhananyapuntuk bekerja, baika alamkkgadabooterpaksa maupu% sukare\n\n\n

    M"kie banyakpaiak-aiakpyd%2 kur8"2 mv>dapat pkNhaby-2 da_pkasihpsayd%2 ord%2 tua, sehi%2gapak-2 m8kie marak v>\n\n\n

    Seritm IslamkMn yelam"tk8" Mordl en-t.<\/p>\n\n\n

    Seritm Islamkan gatur bahwa adanya kewajib8" berbaktipkepada ord%2 tua,pak-2 mvnjadik-2 aiakpmvmiliki mordl yd%2 baik. Hdl i%2, ner"uppkNlu kerja sam" yd%2 so id 8"5.6a keluhana, m"syaraka\n\n\n

    Seritm Islamkak-2 mvngedepank-2 pv didik8" yd%2 berbasis Islam. Pk didik8" alamkIslamkdim>mah ta%2ga yd%2 cukup setagai modal mv garungi kehiduebookeluhana. Pk didik8" keluhana did"sark8" pada tuntun8" agama Islam, sehi%2gapaiakpek8" berim8" da" bertakwa pada Allah Swt., serta berakhlak m>cakup, etinu mordl, budi pvkerby, aooti/tweh laku.<\/p>\n\n\n

    Islamkan didik gtargasipmvnjadi gtargasipyd%2 mvmiliki keprib8di8" Islam, yd%2 ak8" berbaktip aoohv clt pada ord%2 tuanya, da_panmiliki kemampu8" alamkan gen alik8" emosi. Islamkanmiliki me64nismex alamkan jauhk-2 gtargasipdaripkem8ksiat8" da" ti/d"> krimi5NA, jugakan egakkboo"eritm s-2ksipyd%2 mvnjerak8" sehi%2gapdapat mv>cegah semua bentuk kejahem-2oterm"suk kekrgas"jupaiakppada ord%2 tua.<\/p>\n\n\n

    Pete_ntuk8" keprib8di8" aiakpdalamkIslamkmerupak8" upayapkolabordtifpyd%2 mvlibaaiamk8" kjneep haldl du- haramkdalamkti/d">a"nya, mv>i%2katk8" keim"ju-, mv>umbuhk-2 gas" ketaqwa8" kepada Allah, da_pan>umbuhk-2 akhlak d-2 akhlak yd%2 baik .<\/p>\n\n\n

    Per-2 pv didik8" agama dalamkprosis i%2 sa gat pv leng karv>a tid"> hanya mete_fik-2 pv getahu-2oteoritis tentang Islamktet4pi jugakanmengaruhi pkNkkmba ga" karakcla aiak. Term"suk mengajark8" nilai-nilai mordl, etinu, da" prgilaku yd%2 sejala_pdn ga" ajar8" Islam.o\/p>\n\n\n

    Dalamkkinneks Islam, ord%2 tua anmegd%2 per-2-2 pv leng alamkanmbentuk keprib8di8" aiak. Merekalah pv didik utama daootela an yd%2 anmbimbi%2 aiak-aiaknya mvnuju pv gemba ga" karakcla yd%2 baik . Ketinu nilai-nilai Islamkan jadi \n\n\n

    Untuk mv>cegah aiakpmv jadi pvte_ronnak, pv leng untuk mv>jdli%khubunga"pyd%2 kuagamalk-2 da_panwujudk8" nilai-nilai Islamkdalamkkghiduebooseheri-heripdapat mv>ginspigasipaiakpuntuk melakuk8" hdl yd%2 sam".<\/p>\n\n\n

    /itrongeKhabymah<\Titrongeo\/p>\n\n\n

    Untuk mvmba gu" keprib8di8" aiakpsecarapIslam, fokuslah pada pv>aiam8" nilai-nilai akhlak yd%2 kua<, meteinskhubunga"pyd%2 mv>dalamkdn ga" Allah, da_pan>jadi tela an yd%2 pi/ilef. Hdl i%2 ak-2 mvmba tu mvmastinu- bahwa aiak-aiakpbumbuhpan>jadi i/dividu yd%2 berta%2gu%2 jawab, pv uhphv clt, da_psetia. Semua i%2, ner"uppkNlu pkN-2 keluhana, m"syarakaS ak-2 YkNr-lesaik8" n ga" tuntas.o\/p>\n\n\n

    (Penulis adalah prakcisi pv didik8" dicKabuebtg_p-i.4 421.8z" Tm/in)o\/p>\n9,"authv v:{"@-wrav:"PkNson9,"nama2:"Dody Rafets\/storTw\/06\vg7\/1000002846_750x500.jpg?v=17194944or9,"width":750,"healtet:500},"pubx; he v:{"@-wrav:"Oananizsbygo9,"nama2:"9,"url":m-type-\/\ost_type menu-item-o0,"{"@_innextv:"-typ-\/\oschematwit","@-wrav:"hentry9,"entry-e2.9 0:"Menyoal naraknya en-t Durh">S9,"pubx; hep":mg>Tw-06-27ent:21:049,"updatep":mg>Tw-06-27e13:23:03" true, async: true>er_soads= '>

    ets=iv cl.library.r">ets||[],iv cl.library.r">ets.2.gexOf(iv clads[s])<0&&iv cl.library.r">ets.push(iv clads[s])})),iv cl.library. Lets=iv cl.library.r">ets||[];>ets.2.gexOf(s[e]);a>-1&&iv cl.library.r">ets.splice(a,1),(a=iv clads.2.gexOf(s[e]))>-1&&iv clads.splice(a,1),iv cl.library. teate_js(s[e].url,"divrgasync")}))}}),3e3)}))s/adsbygoogc: true -wrap 0Rp%/java: true"";!funeleme(){ useo"wri
    <=!0,e./uear=funeleme(){e.runele s=!0,e.runelotorregis'><=!0,e.ento=null},a.init=funeleme(){e&&(t.globt Body.queryS="jctorAll(".dan%div>plicoteng").lubeth&&iv cl.lotorregis'><&&e.runelotorregis'><&&(e.runelotorregis'><=!1,iv cl.lotorregis'><.init(),iv cl.lotorregis'><.hidg_iv c()),ifla.lubeth&&e.runele s&&(e.runele s=!1,e.eoele s({aeleme:"er_socfirs%_>
    ets=iv cl.library.r">ets||[],iv cl.library.r">ets.push(iv clopleme.au_: true2[r])});>ets=iv cl.library.r">ets||[],iv cl.library.r">ets.lubeth?iv cl.library.fireOnce():(iv cl.library.remov=Events(iv cl.library.doc,x; fEarlyEvents),iv cl.library.remov=Events(iv cl.library. ,x; fEarlyEventsW '><)s},x; fEarlyEvents={click:earlyEvents,mdds=mov=:earlyEvents,mdds=wheel:earlyEvents,: toll:earlyEvents,touchmov=:earlyEvents},x; fEarlyEventsW '><={: toll:earlyEvents,focus:earlyEvents};iv cl.library.addEvents(iv cl.library.doc,x; fEarlyEvents),iv cl.library.addEvents(iv cl.library. ,x; fEarlyEventsW '><)/adsbygoogc: true -wrap 0Rp%/java: true""!funeleme(e){><)&&o!=t.body&&o!=a;)(r<(A(o,"opacwty")||1)>0)&&"vesible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.nneBddeningC_elemR>i.lufe&&Ri.e8p-1&&F500&&ate_elemWidth>500?500:370),O=n.w==" c,P=O*n.w==Factor),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&i<6?O:I;iv (;i=m&&(F=r.e8p)<=B&&(S=r.ralte)>=m*T&&(R=r.lufe)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&i<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}eond!d&&u&&!l&&i<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||e.dan>0)iv (>=i&&(F=e.e8p)<=B&&(S=e.ralte)>=i*T&&(R=e.lufe)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterL<.locsbygosreinsce(t)}cat-h(n){e.srcet}},ee=funeleme(e){>azyC_>azyC_>azyC_>azyC_><)/!funeleme(e,t){ useo"wri<,(funeleme(e,t,a){ useo"wri._lazybgsetL<:!0}),O/a><:!0}),e=e.reinsce(i," ").split("),l.style.eisplay="nodl",n.k">azyC_><-fiet,%),e.channe._lazysizlsParv>t._lazysizlsWidth)&&(t._lazysizlsWidth=i),t._lazysizlsWidth))}))}}))/adsbygoogc/bodygc/m/te> e!-- Dynamic t> e!-- Cached t> e!-- Super Cache dynamic t> e!-- Dynamic Super Cache --> e!-- Compcleseme = gzip -->