• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Menyoal Maraknya Anak Durhaka

Menyoal Maraknya Anak Durhaka

Kamis, 27 Juni 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H***

Durhaka, kata yang pantas disematkan kepada anak yang tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri yang menderita stroke. Kejadian di Pesisir Barat, Lampung ini sungguh memilukan, hanya karena ayahnya meminta si anak untuk diantar ke kamar mandi, si anak tega membunuhnya (Liputan6.com, 21-6-2024).

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Pemuda bernama Muhammad Fadli Sukamto (22) tega membunuh ibu kandungnya, Wati (44) yang sebelumnya terjadi cekcok hebat di antara keduanya. Pelaku menyerahkan diri ke pihak berwajib dan mengaku sakit hati dengan sang ibu (Rakyatkalteng.com, 21-11-2023).

Terus berulangnya perbuatan kriminal yang dilakukan anak kepada orang tua, harusnya menjadi perhatian khusus pemerintah. Mengingat, sebagai pemangku kebijakan sekaligus penjamin keamanan harusnya cepat dalam menghentikan semua ini. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa kasus anak durhaka terus berulang?

Biang Kerusakan Moral Anak

Dalam menyelamatkan moral anak, maka perlu memahami akar permasalahan yang terjadi. Jika kita telaah bersama, lemahnya fondasi keluarga yang aman, nyaman dan saling melindungi tidak bisa didapatkan pada sistem sekularisme yang diadopsi saat ini, sebuah sistem buatan manusia di mana sistem yang memisahkan agama dari kehidupan telah nyata merenggut peran dan adab dari anggota keluarga.

Sekularisme-kapitalisme telah merusak dan merobohkan pandangan mengenai keluarga. Sekularisme melahirkan manusia-manusia miskin iman yang tidak mampu mengontrol emosinya, rapuh dan kosong jiwanya. Kapitalisme menjadikan materi sebagai tujuan, abai pada keharusan untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Sistem pendidikan sekular tidak mendidik agar memahami birul walidain. Lahirlah generasi rusak yang tidak hanya rusak hubungannya dengan orang tua tapi juga hubungannya dengan Allah Swt..
Penerapan sistem hidup kapitalisme gagal memanusiakan manusia. Fitrah dan akal tidak terpelihara, menjauhkan manusia dari tujuan penciptaannya yaitu sebagai hamba dan khalifah pembawa rahmat bagi alam semesta. Maka lahirlah generasi rusak dan merusak.

Selain itu, Sekularisme kapitalisme telah menyebabkan rusaknya tatanan keluarga dan lahirlah anak durhaka. Sistem ini menganggap kebutuhan materi sebagai ukuran kebahagiaan, sehingga perempuan yang dipandang sebagai pegiat ekonomi harus ikut bersusahpayah mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarga. Akibatnya, perempuan makin banyak yang meninggalkan keluarganya untuk bekerja, baik dalam keadaan terpaksa maupun sukarela.

Makin banyak anak-anak yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang orang tua, sehingga akan makin marak pula kenakalan anak-anak atau remaja dari mulai berbohong hingga terjerumus dalam kriminalitas. Sistem kapitalisme-sekular juga gagal menghadirkan penghormatan seorang anak terhadap ibunya, alhasil kapitalisme merusak fungsi keluarga.

Sistem Islam Menyelamatkan Moral Anak.

Sistem Islam mengatur bahwa adanya kewajiban berbakti kepada orang tua, akan menjadikan anak memiliki moral yang baik. Hal ini, tentu perlu kerja sama yang solid antara keluarga, masyarakat dan negara, agar dapat terealisasi dengan baik. Perlunya peran keluarga, masyarakat dan yang tak kalah penting adalah peran negara akan menjadi penentu keberhasilan lahirnya generasi yang berkahlakul karimah (akhlak baik dan terpuji).

Sistem Islam akan mengedepankan pendidikan yang berbasis Islam. Pendidikan dalam Islam dimulai dalam keluarga, di mana orang tua harus memiliki ilmu berumah tangga yang cukup sebagai modal mengarungi kehidupan keluarga. Pendidikan keluarga didasarkan pada tuntunan agama Islam, sehingga anak akan beriman dan bertakwa pada Allah Swt., serta berakhlak mulia yang mencakup, etika moral, budi pekerti, dan tingkah laku.

Islam mendidik generasi menjadi generasi yang memiliki kepribadian Islam, yang akan berbakti dan hormat pada orang tuanya, dan memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi. Islam memiliki mekanisme dalam menjauhkan generasi dari kemaksiatan dan tindak kriminal, juga menegakkan sistem sanksi yang menjerakan sehingga dapat mencegah semua bentuk kejahatan termasuk kekerasana anak pada orang tua.

Pembentukan kepribadian anak dalam Islam merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan pembentukan pikiran dan perasaannya sejalan dengan ajaran agama. Hal ini dicapai dengan menanamkan konsep halal dan haram dalam tindakannya, meningkatkan keimanan, menumbuhkan rasa ketaqwaan kepada Allah, dan menumbuhkan akhlak dan akhlak yang baik .

Peran pendidikan agama dalam proses ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tentang Islam tetapi juga memengaruhi perkembangan karakter anak. Termasuk mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku yang sejalan dengan ajaran Islam.

Dalam konteks Islam, orang tua memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian anak. Merekalah pendidik utama dan teladan yang membimbing anak-anaknya menuju pengembangan karakter yang baik . Ketika nilai-nilai Islam menjadi landasan pembentukan karakter, maka perilaku anak menjadi selaras dengan kaidah dan prinsip Islam .

Untuk mencegah anak menjadi pemberontak, penting untuk menjalin hubungan yang kuat dengan mereka, memahami kebutuhan dan minat mereka, dan berkomunikasi secara terbuka dengan mereka. Mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan dan menyediakan lingkungan pengasuhan yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan mereka sebagai Muslim. Selain itu, memberikan contoh positif dengan mengamalkan dan mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat menginspirasi anak untuk melakukan hal yang sama.

Khatimah

Untuk membangun kepribadian anak secara Islam, fokuslah pada penanaman nilai-nilai akhlak yang kuat, membina hubungan yang mendalam dengan Allah, dan menjadi teladan yang positif. Hal ini akan membantu memastikan bahwa anak-anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, penuh hormat, dan setia. Semua ini, tentu perlu peran keluarga, masyarakat dan negara dalam sistem Islam, sehingga persoalan anak durhaka akan terselesaikan dengan tuntas.

(Penulis adalah praktisi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share7Tweet4SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pj Bupati Katingan Ingin Keikutsertaan Kontingen Pesparawi Tidak Sekedar Menjadi Ajang Perlombaan Semata

Next Post

Peduli Lingkungan, Polres Lakukan Penanaman Ribuan Bibit Pohon

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Peduli Lingkungan, Polres Lakukan Penanaman Ribuan Bibit Pohon

Bupati Kotim Lepas 250 Orang Kontingen Pesparawi

Pj Bupati Ingin Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Diperkuat

Generasi Muda Harus Gunakan Hak Pilih

Diduga Salahgunakan Pupuk Bersubsidi, Lansia Diringkus Polisi

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK