PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan arah pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, serta harmoni sosial berbasis kearifan lokal.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menilai tema “Satu Bumi, Satu Keluarga” memiliki makna strategis dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menekankan kebersamaan, toleransi, dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat. Persatuan dalam keberagaman adalah modal utama kita untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan,” tegasnya, Kamis 30 April 2026. Ia menjelaskan, konsep “Satu Bumi” mengarah pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam sebagai penopang kehidupan jangka panjang. Sementara “Satu Keluarga” menekankan kuatnya kohesi sosial sebagai penopang stabilitas daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pembangunan sektor keagamaan sebagai bagian dari pembentukan kualitas manusia. Peran umat beragama, termasuk Hindu Kaharingan, dinilai strategis dalam membangun masyarakat yang berintegritas dan berdaya saing. “Teruslah berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun budaya, serta menjaga nilai-nilai adat Dayak yang menjadi identitas dan kekuatan lokal kita,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Hindu mendorong penguatan SDM melalui peningkatan akses pendidikan tinggi keagamaan, termasuk rencana pengembangan perguruan tinggi menjadi universitas dan pembukaan program doktoral. Penguatan kualitas SDM juga diarahkan melalui penerapan kurikulum berbasis nilai, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter sosial.
Di sisi lain, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menekankan pentingnya penguatan nilai Pancasila, kepedulian lingkungan, serta budaya gotong royong sebagai bagian dari fondasi pembangunan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalteng juga menerima penghargaan dari PHDI Pusat atas dukungan terhadap penguatan kehidupan keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post