PALANGKA RAYA – Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Kalimantan Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII Tahun 2026 sebagai forum evaluasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja lima tahun ke depan.
Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program kerja periode sebelumnya, penyusunan rekomendasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan di kabupaten dan kota, serta pemilihan Ketua DPD AMPI Kalteng periode 2026-2031.
Sebanyak 150 peserta mengikuti Musda yang terdiri dari pengurus DPD AMPI Provinsi Kalteng, delegasi DPD AMPI kabupaten/kota se-Kalteng, serta unsur dewan pembina dan dewan penasihat organisasi.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menilai Musda memiliki peran penting sebagai sarana konsolidasi organisasi untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya berorientasi pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
Ia menegaskan organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Pemuda harus mampu menjadi penggerak perubahan, pelopor kemajuan, dan perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya, Minggu 14 Juni 2026.
Melalui tema “Transformasi Peran AMPI dalam Memperkuat Kepemimpinan Pemuda, Demokrasi, dan Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital”, Musda VIII AMPI Kalteng juga diharapkan menjadi wadah memperkuat sinergi antarpengurus di seluruh daerah.
Selain mempererat konsolidasi internal organisasi, forum tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan dan program yang selaras dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan partisipasi generasi muda dalam berbagai sektor pembangunan di Kalimantan Tengah.
Hasil Musda nantinya akan menjadi dasar bagi AMPI Kalteng dalam menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan di era digital.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post