Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), juga menjadi momentum memperkuat kemitraan antara koperasi dan PT Agro Bukit Kalteng sebagai pengelola kebun plasma.
Ketua Koperasi Sinar Mentari Pagi, Ali Boto, mengatakan RAT merupakan agenda rutin yang membahas berbagai hal strategis terkait pengelolaan koperasi dan kebun plasma. Selain laporan keuangan tahun 2025, sejumlah rencana kerja juga menjadi pembahasan utama dalam forum tersebut.
“Banyak yang dibahas, terutama masalah dana replanting, kemudian ada perencanaan pembuatan pagar di kantor koperasi, serta rencana menggaji petugas untuk menjaga kantor pada malam hari,” ujarnya, Sabtu 13 Juni 2026.
Menurut Ali Boto, laporan pertanggungjawaban pengurus diterima dengan baik oleh anggota. Selama tahun buku 2025, tidak terdapat persoalan berarti dalam pengelolaan koperasi sehingga kegiatan usaha dapat berjalan sesuai harapan. “Sejauh ini tidak ada masalah,” katanya.
Ia menjelaskan, koperasi saat ini masih memusatkan perhatian pada pengelolaan kebun plasma sebagai sumber utama pendapatan anggota. Karena itu, pengurus belum berencana membuka bidang usaha lain dalam waktu dekat. “Untuk sementara kita tidak memiliki program bidang usaha lain karena fokus di kebun plasma,” ungkapnya.
Meski demikian, pengurus telah menyiapkan langkah pengembangan untuk meningkatkan aset koperasi di masa mendatang. Salah satu rencana yang tengah dipertimbangkan adalah perluasan areal perkebunan melalui pembelian lahan berstatus Area Penggunaan Lain (APL).
“Kemungkinan kita akan memperluas lahan dengan rencana melakukan pembelian tanah yang sifatnya APL,” jelasnya. Ali Boto juga menilai hubungan kemitraan yang terjalin antara koperasi dan PT Agro Bukit Kalteng selama ini berjalan baik dan memberikan manfaat bagi anggota.
“Kami mengucapkan selamat kepada Koperasi Sinar Mentari Pagi yang telah berhasil melaksanakan salah satu kewajibannya yaitu rapat anggota tahunan tahun buku 2025. Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pengurus dan pengawas koperasi yang selama ini menjalin hubungan yang sangat erat, harmonis dan solid dengan kami,” katanya.
Menurut Wildan, komunikasi dan koordinasi yang baik antara perusahaan, pengurus dan pengawas menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan pengelolaan kebun plasma. Selama ini, pengawas koperasi secara rutin melakukan inspeksi lapangan bersama perusahaan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar.
“Kami sangat menghargai pengawas yang selama ini rutin melakukan pengawasan dan inspeksi bersama kami sehingga anggota dapat melihat langsung bagaimana kebun plasma dikelola,” ujarnya.
Ia menegaskan PT Agro Bukit menerapkan standar pengelolaan yang sama antara kebun inti dan kebun plasma. Mulai dari pemupukan, perawatan, pengendalian gulma hingga panen dilakukan dengan perlakuan yang setara demi menjaga produktivitas kebun.
“Plasma dikelola sama persis standarnya dengan kebun inti. Dosis pupuk sama, perawatan sama, panen juga sama. Semua dilakukan agar kualitas buah yang dihasilkan baik sehingga memberikan hasil terbaik bagi anggota koperasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wildan juga mengingatkan anggota agar tidak menjual hak plasma kepada pihak luar. Menurutnya, program plasma dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan sehingga manfaatnya harus tetap dinikmati oleh warga setempat.
“Jangan dijual kartu anggota itu. Tujuan pemerintah mewajibkan perusahaan membangun plasma adalah untuk mensejahterakan masyarakat sekitar kebun. Jangan sampai tujuan itu meleset karena kartu anggota dijual kepada orang lain,” katanya.
Ia berharap aset plasma yang dimiliki anggota dapat dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai sumber kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang. “Kalau bapaknya tergoda menjual, ibunya ingatkan. Kalau ibunya tergoda, bapaknya ingatkan. Kalau keduanya tergoda, anaknya yang mengingatkan. Karena ini bisa menjadi warisan untuk anak cucu,” ujarnya.
Selain itu, Wildan berharap pemerintah terus mendukung keberlangsungan program plasma, termasuk dalam kebijakan replanting atau peremajaan kebun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Harapan kami tidak ada perubahan kebijakan yang merugikan masyarakat. Kalau ada perubahan, semoga kebijakan itu menguntungkan masyarakat sehingga kemitraan plasma ini bisa terus berlanjut sampai replanting dan dinikmati anak cucu kita nanti,” tuturnya.
Baik pihak koperasi maupun perusahaan sepakat bahwa keberhasilan program plasma tidak hanya ditentukan oleh produktivitas kebun, tetapi juga oleh kekompakan seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, mereka mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan, kepercayaan dan kerja sama demi keberlangsungan usaha yang telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Pasir Putih.




















Discussion about this post