PALANGKA RAYA – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting pada balita. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktaria, yang menekankan pentingnya peran Posyandu dalam mendukung perbaikan status gizi anak-anak di daerah tersebut.
Menurut Rana, stunting adalah kondisi yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang mengakibatkan pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini dapat berpengaruh serius terhadap perkembangan fisik dan mental anak, yang tentunya berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Posyandu sangat vital dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, pemberdayaan kader Posyandu harus menjadi langkah strategis. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, mereka dapat memberikan edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak,” ungkap Rana, Selasa 4 Februari 2025.
Rana juga menambahkan bahwa kader Posyandu perlu dilatih mengenai pembuatan makanan tambahan berbasis pangan lokal, yang dapat menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi balita secara terjangkau dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, optimalisasi keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri juga penting untuk mendeteksi dini risiko stunting. Hal ini akan memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran untuk menangani masalah gizi pada anak.
Rana juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, baik legislatif maupun pemerintah daerah, untuk memastikan bahwa program Posyandu berjalan dengan efektif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.
Dengan kerjasama yang solid antara masyarakat, kader Posyandu, dan pemerintah, diharapkan angka stunting di Palangka Raya dapat menurun, dan kesehatan anak-anak akan semakin terjaga untuk masa depan yang lebih baik.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post