PALANGKA RAYA – Empat orang JFT Auditor sekaligus Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dari Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Master Alfian, Master Boby Hartadhy, Master Rickson B. B. Sirait, dan Master Toni Septia, turut hadir dalam puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2024 yang diselenggarakan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
Acara yang digelar pada Senin 9 Senin ini mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menggambarkan tekad seluruh elemen bangsa dalam memperkuat komitmen untuk melawan praktik korupsi, dengan tujuan menciptakan Indonesia yang lebih maju dan berintegritas.
Peringatan ini menjadi momen refleksi untuk mengingatkan kembali pentingnya komitmen nasional dalam pemberantasan korupsi, yang bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Inspektur Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Saring, yang turut mengikuti peringatan tersebut secara virtual melalui aplikasi Zoom meeting, menekankan bahwa peringatan Hakordia Tahun 2024 bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebagai upaya penting untuk mengingatkan kembali nilai integritas dan keteladanan dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peringatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran seluruh elemen bangsa mengenai pentingnya menjaga integritas dan menjadi teladan dalam tindakan sehari-hari, baik secara pribadi maupun profesional. Ini adalah panggilan untuk terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang bebas dari korupsi, demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan berintegritas,” ujar Saring.
Lebih lanjut, Saring menjelaskan bahwa Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah berperan aktif dalam pencegahan korupsi dengan memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), yang memiliki fungsi pengawasan internal terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pengendalian gratifikasi dan penguatan peran Penyuluh Antikorupsi di provinsi tersebut.
Saring berharap peringatan Hakordia 2024 dapat memperkuat semangat dan kesadaran masyarakat Indonesia untuk terus berjuang dalam menciptakan Indonesia yang lebih transparan, bersih, dan maju. “Pemberantasan korupsi adalah perjalanan panjang yang memerlukan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah, lembaga penegak hukum, maupun masyarakat. Kami berharap, melalui kerja sama semua elemen bangsa, Indonesia dapat mewujudkan cita-cita bangsa yang sejahtera dan berkeadilan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada lembaga dan individu yang dinilai berprestasi dalam upaya pemberantasan korupsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menerima Penghargaan dan Apresiasi sebagai Mitra Kerja Strategis KPK RI kategori Pemerintah Daerah.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Kepala BPSDM Kalteng, Rahmawati, dalam acara TAPAKSIAPI (Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas), yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hakordia di Gedung Juang Merah Putih KPK RI, Jakarta. Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga antikorupsi, diharapkan Indonesia dapat bergerak lebih cepat menuju pemerintahan yang bersih dan transparan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post