PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Bennie Brian Tonni Embang, menyambut baik rencana pemerintah setempat untuk menyediakan program makan bergizi gratis bagi pelajar di Palangka Raya. Namun, ia mengingatkan pentingnya perencanaan anggaran yang matang agar program ini tidak membebani keuangan daerah.
Bennie menyebutkan, dengan jumlah pelajar yang mencapai sekitar 40.000 orang, program ini akan menghadapi tantangan besar dalam hal anggaran. “Ini angka yang sangat besar dan membutuhkan perencanaan yang cermat agar tidak membebani APBD Kota Palangka Raya,” ungkapnya, Selasa 10 Desember 2024.
Bennie juga mengkritisi penetapan harga per porsi makan sebesar Rp30.000 yang dirasa perlu dievaluasi. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif tanpa mengurangi kualitas makanan yang disediakan.
“Perlu dipertimbangkan apakah biaya ini sudah sesuai dan efektif untuk memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi, ataukah ada ruang untuk efisiensi tanpa menurunkan kualitas makanan,” ujarnya.
Sebagai solusi, Bennie mengusulkan agar pemerintah mengoptimalkan kerjasama dengan penyedia makanan lokal. Menurutnya, langkah ini dapat membantu menekan biaya sekaligus mendukung ekonomi lokal. “Dukungan kepada pelaku usaha lokal juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif di Palangka Raya,” katanya.
Lebih lanjut, Bennie menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Ia mengingatkan bahwa program makan bergizi gratis harus dikelola dengan bijak agar dapat berjalan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal, terutama dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
“Program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak di Palangka Raya. Namun, semua itu harus disertai perencanaan keuangan yang efisien dan berkelanjutan,” pungkas Bennie.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post