• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Minggu, 26 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Pancasila Di Era Digital, Globalisasi dan Millenial

Pancasila Di Era Digital, Globalisasi dan Millenial

Sabtu, 11 Januari 2020
in Kolom
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: BELLINKA SHANABA SALSABELLA***

Pancasila sebagai ideologi negara dan pedoman hidup memuat nilai-nilai baik dan tidak menyimpang apalagi di era digital dan milenial. Pancasila itu memiliki arti yang sangat banyak yaitu meliputi tentang menghormati perbedaan, semangat nasionalisme, pantang nyerah,gotong royong, harga diri dan kebersamaan.

Baca juga berita lainnya

Meski Berlatar Belakang Dokter, Suyuti Siap Kelola Keuangan Daerah dengan Prinsip Kehati-hatian

Wagub Edy Buka Musda VIII AMPI Kalteng, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perubahan

Kalteng Kirim 309 Peserta ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial dan kita harus bisa mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak masuk kedalam generasi millenial sekarang.

Tapi disayangkan di era globalisasi sekarang ini banyak nilai-nilai Pancasila yang sudah mulai luntur, apalagi kita sudah menerima serangan fashion, makanan, culture dari budaya luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Maka dari itu jika kita berpedoman dan mengamalkan dan memaknai nilai dari masing-masing sila Pancasila, kita tidak akan terpengaruh sepenuhnya apalagi jika kita bisa mengakulturasi budaya kita dengan budaya luar maka kita menjadi generasi millenial yang bisa membawa ke arah yang lebih baik.

Adapun dampak dari refolusi digital yang terjadi sekarang, seperti ekonomi,politik, budaya, dan hukum. Internet dulunya dipakai dalam militer dan sipil tapi sekarang internet dipakai siapapun kalangan, bahkan anak kecil pun banyak yang sudah pintar dalam menggunakan internet.

Kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap bertahan dan unggul, bagaimana caranya kita sebagai anak bangsa yang lahir ‘90’ an yang berada di era baru yang mindsetnya berbeda.Itulah yang dinamakan sekarang mereka menjadi “Digital Natives”.

Bagaimana caranya kita agar tidak kehilangan nasionalisme dengan cara anak-anak muda zaman millenial seperti kita mempersiapakan dengan sangat bagus dan generasi yang lebih tua harus bisa mengikuti zaman digital. Indonesia menjadi peringkat ketiga dalam penggunaan “SOSIAL MEDIA”.

Adanya ini mengakibatkan antara 2 yaitu peluang dan ancaman, karena pada zaman sekarang banyak yang sudah mengerti tapi lebih banyak yang kurang paham menggunakan digital dengan baik. Kita harus memahami perubahan di era zaman digital, karena digitalisasi merubah mindset setiap orang berubah menjadi asik dengan gadget nya sendiri.

Kepribadian yang seperti itulah yang disebut pribadi yang automistic, sangat personal. Bahkan sekarang setiap kegiatan di update di story social medianya. Generasi tua juga harus konstruktif akan digitalisasi yang terjadi sekarang. Adapun upaya yang harus pemerintah dalam filteran digital :
Adanya pendidikan Pancasila. Pemblokiran situs yang terlihat menyimpang.

4 konsesus yang harus diamalkan seluruh anak bangsa dan pemerintahan adalah :
Mengeluarkan data kelola konten yang auto connect. Ekonomi digital melakukan akseteresasi bisnis. Bekreasi yang besar dengan hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Pemerintah mengambil peran menjadi pemberi edukasi. Begitulah upaya dan hal yang harus dilakukan anak millenial sekarang dan pemerintahan/dewan jangan sampai lepas untuk mengkontrol anak muda zaman sekarang dalam menggunakan social media.

Kita harus sangat pintar dalam menggunakan social media, jika tidak maka digital bisa menjadi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Konten-konten yang kita upload juga harus berpengaruh baik ke orang-orang yang menonton nya agar kita bisa nge sharing hobby dan mengedukasi orang lain.

Generasi millennial harus sadar dengan potensi yang dimiliki Indonesia karena globalisasi jadi tantangan generasi muda saat ini maka dari itu jika kita sebagai anak muda tidak hanya hafal sila dari Pancasila tapi memaknai dan melakukannya di setiap kegiatan kita. Jadi kita memiliki pondasi agar takut jika mau melakukan hal yang menyimpang dari digital.

Seperti sila pertama adalah, sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila pertama ini bisa kita lakukan seperti kita bisa membagikan segala hal yang berkaitan dengan agama, mengedukasi lewat sosial media ataupun terjun langsung ke tempat yang dimana orang-orang mungkin masih kurang kepercayaannya dengan tuhan dan perlu untuk dibimbing.

Sila kedua adalah kemanusian yang adil dan beradab, kita bisa ikut merasa care dan membantu jika disocial media ada kabar sedih seperti hal contohnya kejadian yang baru terjadi di Australia yaitu kebakaran yang mengakibatkan banyak binatang-binatang disana musnah dengan cepat, maka kita bisa merasa bersimpati dan membantu negara itu.

Sila ketiga adalah persatuan Indonesia, maka kita tidak boleh bermusuhan dengan budaya lain, harus saling belajar antara budaya satu dengan budaya lainnya dan hidup secara harmonis dengan tidak saling merugikan.

Sila keempat adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan perwakilan: yaitu dengan saat kita memecahkan suatu masalah yang ada dinegeri kita, kita bisa melakukan musyawarah dan mengetahui benar-benar masalah yang terjadi agar tidak salah kaprah dalam bertindak (jadilah generasi muda yang kritis tapi logis) dan belajar mendengar dan menerima opini orang lain untuk dijadikan pelajaran.

Sila yang kelima adalah keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia: yaitu dengan para milenial harus mengusahakan keadilan buat masyarakat, perlu mengkritik apa yang membuat keresahan sebagian masyarakat, ideology, politik dalam negara yang menciptakan ketidakadilan bagi rakyat Indonesia.

Maka dari itu kita sebagai generasi millennial diharap bisa peka terhadap sekitar. Menggunakan gadget dengan pintar, bersosial dengan etika yang baik,dan tetap menerapkan nilai-nilai dari Pancasila agar kita tidak mudah terbelenggu dengan besarnya pengaruh budaya luar dan berambisi mengikuti sepenuhnya.

Kta sebagai anak bangsa punya adat istiadat dan peraturan sendiri untuk berada di Indonesia. Pembelajaran tentang Pancasila ini sangat penting untuk masuk ke kampus-kampus agar kita tidak mudah terpengaruh ke gaya budaya yang tidak pantas untuk dilakukan anak bangsa. Pada hakikatnya para generasi milenial harus terus memelihara serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

(Penulis Adalah Mahasiswa Universitas Islam Malang Semester 1D English Departemen)

Share11Tweet7SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Bantuan CSR Bisa Berbentuk Pemberdayaan Masyarakat

Next Post

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Pohon Hingga Tutupi Jalan

Berita Terkait

Meski Berlatar Belakang Dokter, Suyuti Siap Kelola Keuangan Daerah dengan Prinsip Kehati-hatian
Kolom

Meski Berlatar Belakang Dokter, Suyuti Siap Kelola Keuangan Daerah dengan Prinsip Kehati-hatian

Jumat, 26 Juni 2026
Wagub Edy Buka Musda VIII AMPI Kalteng, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perubahan
Kolom

Wagub Edy Buka Musda VIII AMPI Kalteng, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Perubahan

Minggu, 14 Juni 2026
Kalteng Kirim 309 Peserta ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari
Kolom

Kalteng Kirim 309 Peserta ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Kemitraan Harmonis Jadi Kunci Keberhasilan Plasma, Koperasi Sinar Mentari Pagi Fokus Pengembangan Lahan
Kolom

Kemitraan Harmonis Jadi Kunci Keberhasilan Plasma, Koperasi Sinar Mentari Pagi Fokus Pengembangan Lahan

Sabtu, 13 Juni 2026
Kunjungan Perpustakaan Kalteng Melonjak Tajam
Kolom

Kunjungan Perpustakaan Kalteng Melonjak Tajam

Jumat, 5 Juni 2026
Load More
Next Post

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Pohon Hingga Tutupi Jalan

Kantor BPPKAD Pulpis Nyaris Terbakar, Sabotase Kah ?

Ini Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Dari BMKG

Mabuk Miras, Pemuda Ini Coba Perkosa Istri Teman

Angin Kencang, Satu Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK