• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Pancasila Di Era Digital, Globalisasi dan Millenial

Pancasila Di Era Digital, Globalisasi dan Millenial

Sabtu, 11 Januari 2020
in Kolom
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: BELLINKA SHANABA SALSABELLA***

Pancasila sebagai ideologi negara dan pedoman hidup memuat nilai-nilai baik dan tidak menyimpang apalagi di era digital dan milenial. Pancasila itu memiliki arti yang sangat banyak yaitu meliputi tentang menghormati perbedaan, semangat nasionalisme, pantang nyerah,gotong royong, harga diri dan kebersamaan.

Baca juga berita lainnya

Razia Gabungan di Rutan Palangka Raya, 12 Warga Binaan Positif Narkoba

Kuota BBM Naik Jadi 200 Kiloliter, Pemprov Kalteng Upayakan Antrean Normal

Gubernur Kalteng Tekankan Pembangunan Berbasis SDM, Lingkungan, dan Harmoni Sosial

Kapasitas dan SDM Terbatas, IGD Doris Sylvanus Masih Kewalahan

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi milenial dan kita harus bisa mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak masuk kedalam generasi millenial sekarang.

Tapi disayangkan di era globalisasi sekarang ini banyak nilai-nilai Pancasila yang sudah mulai luntur, apalagi kita sudah menerima serangan fashion, makanan, culture dari budaya luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Maka dari itu jika kita berpedoman dan mengamalkan dan memaknai nilai dari masing-masing sila Pancasila, kita tidak akan terpengaruh sepenuhnya apalagi jika kita bisa mengakulturasi budaya kita dengan budaya luar maka kita menjadi generasi millenial yang bisa membawa ke arah yang lebih baik.

Adapun dampak dari refolusi digital yang terjadi sekarang, seperti ekonomi,politik, budaya, dan hukum. Internet dulunya dipakai dalam militer dan sipil tapi sekarang internet dipakai siapapun kalangan, bahkan anak kecil pun banyak yang sudah pintar dalam menggunakan internet.

Kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap bertahan dan unggul, bagaimana caranya kita sebagai anak bangsa yang lahir ‘90’ an yang berada di era baru yang mindsetnya berbeda.Itulah yang dinamakan sekarang mereka menjadi “Digital Natives”.

Bagaimana caranya kita agar tidak kehilangan nasionalisme dengan cara anak-anak muda zaman millenial seperti kita mempersiapakan dengan sangat bagus dan generasi yang lebih tua harus bisa mengikuti zaman digital. Indonesia menjadi peringkat ketiga dalam penggunaan “SOSIAL MEDIA”.

Adanya ini mengakibatkan antara 2 yaitu peluang dan ancaman, karena pada zaman sekarang banyak yang sudah mengerti tapi lebih banyak yang kurang paham menggunakan digital dengan baik. Kita harus memahami perubahan di era zaman digital, karena digitalisasi merubah mindset setiap orang berubah menjadi asik dengan gadget nya sendiri.

Kepribadian yang seperti itulah yang disebut pribadi yang automistic, sangat personal. Bahkan sekarang setiap kegiatan di update di story social medianya. Generasi tua juga harus konstruktif akan digitalisasi yang terjadi sekarang. Adapun upaya yang harus pemerintah dalam filteran digital :
Adanya pendidikan Pancasila. Pemblokiran situs yang terlihat menyimpang.

4 konsesus yang harus diamalkan seluruh anak bangsa dan pemerintahan adalah :
Mengeluarkan data kelola konten yang auto connect. Ekonomi digital melakukan akseteresasi bisnis. Bekreasi yang besar dengan hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Pemerintah mengambil peran menjadi pemberi edukasi. Begitulah upaya dan hal yang harus dilakukan anak millenial sekarang dan pemerintahan/dewan jangan sampai lepas untuk mengkontrol anak muda zaman sekarang dalam menggunakan social media.

Kita harus sangat pintar dalam menggunakan social media, jika tidak maka digital bisa menjadi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Konten-konten yang kita upload juga harus berpengaruh baik ke orang-orang yang menonton nya agar kita bisa nge sharing hobby dan mengedukasi orang lain.

Generasi millennial harus sadar dengan potensi yang dimiliki Indonesia karena globalisasi jadi tantangan generasi muda saat ini maka dari itu jika kita sebagai anak muda tidak hanya hafal sila dari Pancasila tapi memaknai dan melakukannya di setiap kegiatan kita. Jadi kita memiliki pondasi agar takut jika mau melakukan hal yang menyimpang dari digital.

Seperti sila pertama adalah, sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila pertama ini bisa kita lakukan seperti kita bisa membagikan segala hal yang berkaitan dengan agama, mengedukasi lewat sosial media ataupun terjun langsung ke tempat yang dimana orang-orang mungkin masih kurang kepercayaannya dengan tuhan dan perlu untuk dibimbing.

Sila kedua adalah kemanusian yang adil dan beradab, kita bisa ikut merasa care dan membantu jika disocial media ada kabar sedih seperti hal contohnya kejadian yang baru terjadi di Australia yaitu kebakaran yang mengakibatkan banyak binatang-binatang disana musnah dengan cepat, maka kita bisa merasa bersimpati dan membantu negara itu.

Sila ketiga adalah persatuan Indonesia, maka kita tidak boleh bermusuhan dengan budaya lain, harus saling belajar antara budaya satu dengan budaya lainnya dan hidup secara harmonis dengan tidak saling merugikan.

Sila keempat adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan perwakilan: yaitu dengan saat kita memecahkan suatu masalah yang ada dinegeri kita, kita bisa melakukan musyawarah dan mengetahui benar-benar masalah yang terjadi agar tidak salah kaprah dalam bertindak (jadilah generasi muda yang kritis tapi logis) dan belajar mendengar dan menerima opini orang lain untuk dijadikan pelajaran.

Sila yang kelima adalah keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia: yaitu dengan para milenial harus mengusahakan keadilan buat masyarakat, perlu mengkritik apa yang membuat keresahan sebagian masyarakat, ideology, politik dalam negara yang menciptakan ketidakadilan bagi rakyat Indonesia.

Maka dari itu kita sebagai generasi millennial diharap bisa peka terhadap sekitar. Menggunakan gadget dengan pintar, bersosial dengan etika yang baik,dan tetap menerapkan nilai-nilai dari Pancasila agar kita tidak mudah terbelenggu dengan besarnya pengaruh budaya luar dan berambisi mengikuti sepenuhnya.

Kta sebagai anak bangsa punya adat istiadat dan peraturan sendiri untuk berada di Indonesia. Pembelajaran tentang Pancasila ini sangat penting untuk masuk ke kampus-kampus agar kita tidak mudah terpengaruh ke gaya budaya yang tidak pantas untuk dilakukan anak bangsa. Pada hakikatnya para generasi milenial harus terus memelihara serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

(Penulis Adalah Mahasiswa Universitas Islam Malang Semester 1D English Departemen)

Share10Tweet7SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Bantuan CSR Bisa Berbentuk Pemberdayaan Masyarakat

Next Post

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Pohon Hingga Tutupi Jalan

Berita Terkait

Kolom

Razia Gabungan di Rutan Palangka Raya, 12 Warga Binaan Positif Narkoba

Kamis, 21 Mei 2026
Kolom

Kuota BBM Naik Jadi 200 Kiloliter, Pemprov Kalteng Upayakan Antrean Normal

Kamis, 7 Mei 2026
Kolom

Gubernur Kalteng Tekankan Pembangunan Berbasis SDM, Lingkungan, dan Harmoni Sosial

Kamis, 30 April 2026
Kolom

Kapasitas dan SDM Terbatas, IGD Doris Sylvanus Masih Kewalahan

Selasa, 28 April 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Kolom

Pimpinan Parlemen Ikuti Retret Nasional

Sabtu, 18 April 2026
Load More
Next Post

Hujan dan Angin Kencang Robohkan Pohon Hingga Tutupi Jalan

Kantor BPPKAD Pulpis Nyaris Terbakar, Sabotase Kah ?

Ini Peringatan Dini Cuaca Ekstrim Dari BMKG

Mabuk Miras, Pemuda Ini Coba Perkosa Istri Teman

Angin Kencang, Satu Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK