SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit optimistis akan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama pada tahun 2025 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany.
RSUD Murjani Sampit telah menyelesaikan dan menyerahkan semua berkas persyaratan untuk menjadi rumah sakit pendidikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Kita optimis tahun 2025 jadi rumah sakit pendidikan utama. Semua berkas sudah kita serahkan ke Kemenkes,” ujar dr Yulia, Kamis 17 Oktober 2024.
Meskipun berkas sudah diajukan, RSUD Murjani Sampit belum dapat memastikan kapan proses verifikasi lapangan akan dilakukan oleh Kemenkes. Diungkapkan, batas akhir pengajuan berkas jadi rumah sakit pendidikan itu Desember 2024 ini. Namun pihaknya telah menyelesaikan dan menyerahkan dengan harapan prosesnya juga lebih cepat.
“Rumah Sakit Pendidikan Utama memiliki fungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian secara terpadu. Fungsi ini meliputi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi,” jelasnya.
Diungkapkan, untuk memenuhi syarat sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD Murjani Sampit telah menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Palangkaraya (FK UMPR). Kerjasama ini akan melengkapi fungsi layanan pendidikan di RSUD Murjani Sampit.
“Kami berharap proses verifikasi lapangan oleh Kemenkes dapat dilakukan secepatnya.Berapa lamanya tergantung dari tim verifikasinya. Tapi harapan kita secepatnya,” pungkas dr Yulia.
(Dev/matakalteng)






















Discussion about this post