SAMPIT – Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari masyarakat dan generasi muda mengikuti lokakarya menulis dongeng yang diselenggarakan di Aula SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Salah seorang narasumber dalam kegiatan ini, Indah Yunita Bayu mengungkapkan keprihatinannya terhadap menurunnya minat masyarakat terhadap dongeng daerah.
“Dongeng dari Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Timur, sudah mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh cerita komik dan anime. Untuk membangkitkan lagi dongeng asli daerah, acara-acara seperti ini perlu diadakan lebih sering,” tuturnya.
Tambahnya, dirinya bersyukur dalam kegiatan ini peserta nampak antusias terutama untuk melestarikan dongeng asli daerah. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi pembimbingan, di mana mereka dengan penuh semangat menulis dan mendiskusikan ide-ide dongeng mereka.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dana Bantuan Pemerintah melalui Badan Bahasa Kemdikbud RI.
“Melalui lokakarya ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali minat generasi muda dan masyarakat terhadap dongeng lokal, serta melestarikan kekayaan cerita tradisional dari daerah Kotawaringin Timur,”ucapnya.
Diketahui, dalam kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Ibu Indah Yunita Bayu, seorang penulis dan pendongeng berpengalaman, serta Ibu Sugiarti, seorang penulis dongeng yang telah lama berkecimpung di dunia literasi.
Lokakarya ini difokuskan pada teknik penulisan dongeng, mulai dari cara menemukan ide hingga proses kurasi karya. Para narasumber memberikan pemahaman mendalam mengenai struktur dan karakteristik dongeng, serta membimbing para peserta dalam menghasilkan cerita yang sesuai dengan kaidah dan karakteristik dongeng.
Selain materi, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesi bimbingan khusus guna menyempurnakan karya-karya mereka.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post