SAMPIT – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Rudini-Paisal, berjanji akan menghadirkan program-program nyata untuk mengatasi pengangguran yang menjadi tantangan serius di wilayah Bumi Habaring Hurung ini.
Menurut Juru Bicara (Jubir) Paslon Nomor Tiga Rudini-Paisal, Dadang Siswanto, bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kotim, terutama di Sampit, menjadi masalah yang perlu segera dipecahkan.
“Data yang kami terima, menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kotim mencapai 4,77% dari jumlah penduduk. Ini berarti sekitar 10.100 jiwa menganggur, yang didominasi oleh lulusan SMA dan SMK,” ungkapnya. Kamis, 17 Oktober 2024.
Meskipun ada beberapa lowongan pekerjaan yang tersedia dari berbagai perusahaan besar di wilayah tersebut, ternyata hanya sekitar 17% dari jumlah pengangguran yang dapat diakomodasi oleh lapangan kerja yang ada.
Untuk menghadapi tantangan ini, paslon Rudini-Paisal menawarkan dua pendekatan utama. Pertama, mereka akan secara rutin menggelar job fair yang melibatkan berbagai perusahaan, terutama di sektor swasta. Job fair ini bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Kotim yang membutuhkan pekerjaan.
“Job fair akan menjadi program kami untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Ini salah satu solusi nyata yang akan terus kami dorong,” jelas Paisal.
Kedua, pasangan ini bertekad mendorong pertumbuhan wirausaha baru. “Kami akan memberikan pelatihan dan dukungan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka bisa menjadi wirausahawan mandiri. Kami ingin menciptakan ekosistem wirausaha yang dapat membantu menurunkan angka pengangguran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rudini-Paisal juga akan mengupayakan industrialisasi di sektor kelapa sawit. Mereka ingin mendorong perusahaan besar, khususnya di industri kelapa sawit, untuk tidak hanya mengekspor minyak mentah, tetapi juga membangun industri hilir di Kotim.
“Dengan adanya industri hilir, ini akan membuka lapangan kerja baru yang lebih luas, sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang saat ini belum memiliki pekerjaan,” jelasnya.
Pasangan ini meyakini bahwa dengan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, serta didukung oleh masyarakat, masalah pengangguran dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi Kotim akan semakin pesat.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post