SAMPIT – Seorang remaja berinisial F (17) nyaris menjadi korban pembacokan ayah tirinya yang berusia sekitar 60 tahun di Jalan Tidar 4, Gang Anis, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Sampit, Jumat 5 September 2025, sekitar pukul 13.10 WIB. Peristiwa itu dipicu persoalan uang Rp 1 juta terkait pengurusan motor yang ditahan polisi.
“Awalnya teman saya transfer Rp750 ribu ke teman ayah tiri untuk mengurus motor. Tapi katanya kurang, jadi saya tambah Rp250 ribu lagi sampai menggadaikan HP. Karena motor tidak juga keluar, saya tanyakan lagi,” ujar F. Cekcok terjadi ketika F meminta agar ayah tirinya menghadirkan orang yang disebut bisa membantu urusan motor. Namun permintaan itu ditolak. “Beliau malah menampar saya. Saya lawan, lalu ibu mencoba melerai. Tapi beliau langsung mengambil senjata tajam mau membacok saya,” katanya.
Cekcok terjadi ketika F meminta agar ayah tirinya menghadirkan orang yang disebut bisa membantu urusan motor. Namun permintaan itu ditolak. “Beliau malah menampar saya. Saya lawan, lalu ibu mencoba melerai. Tapi beliau langsung mengambil senjata tajam mau membacok saya,” katanya.Merasa terancam, F juga berusaha mengambil parang untuk membela diri. “Hendak ambil parang juga saya, tidak mau mati konyol. Tapi parang ada di dalam rumah, keburu ditahan warga,” tambahnya.
Merasa terancam, F juga berusaha mengambil parang untuk membela diri. “Hendak ambil parang juga saya, tidak mau mati konyol. Tapi parang ada di dalam rumah, keburu ditahan warga,” tambahnya.Warga kemudian melapor ke Polsek Baamang. Tiga anggota patroli, yakni Aipda Khabibullah, Aipda Fahmi, dan Bripda Riko, tiba di lokasi dan langsung mengamankan F ke Mapolsek Baamang. “Orang tuanya nanti ikut, kamu ikut dulu ke kantor,” kata Aipda Khabibullah menenangkan F saat itu.
Warga kemudian melapor ke Polsek Baamang. Tiga anggota patroli, yakni Aipda Khabibullah, Aipda Fahmi, dan Bripda Riko, tiba di lokasi dan langsung mengamankan F ke Mapolsek Baamang. “Orang tuanya nanti ikut, kamu ikut dulu ke kantor,” kata Aipda Khabibullah menenangkan F saat itu.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post