SAMPIT – Operasi senyap yang dilakukan jajaran Polsek Jaya Karya, Polres Kotawaringin Timur (Kotim) membuahkan hasil. Seorang pria berinisial F, yang telah lama menjadi target operasi (TO) kepolisian, diringkus saat berada di sebuah rumah kosong di Jalan Partoe Muksin, Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda.
Kapolsek Jaya Karya, Iptu Subronto, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika yang dilakukan oleh F di sekitar Puskesmas Samuda. Dari informasi itu, anggota Polsek Jaya Karya langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi yang dimaksud.
“Penangkapan F dilakukan pada Selasa malam, 24 Juni 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Yang bersangkutan memang sudah lama menjadi TO kami terkait dugaan peredaran narkotika,” ujar Subronto, Jumat, 27 Juni 2025.
Saat proses pengintaian berlangsung, sebuah mobil Daihatsu Ayla warna silver memasuki halaman rumah kosong. Petugas langsung mengamankan pengemudi mobil yang diketahui adalah F, warga Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Setelah menunjukkan surat perintah tugas dan menghadirkan saksi, petugas melakukan penggeledahan terhadap kendaraan pelaku. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua paket plastik klip kecil berisi serbuk kristal bening yang diduga sabu dengan berat total 3,06 gram.
“Barang bukti tersebut kami temukan di kantong pintu sebelah kanan dan di bagian bawah dashboard mobil. Selain sabu, kami juga menyita satu timbangan digital, satu pak plastik klip kecil kosong, dua bungkus rokok, satu kotak plastik, uang tunai sebesar Rp 400 ribu, dan satu unit handphone merk Oppo,” jelas Kapolsek.
Pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Jaya Karya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, F dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Pelaku dan seluruh barang bukti kini telah kami amankan di Mapolsek Jaya Karya. Proses penyidikan sedang berjalan untuk mengungkap jaringan di baliknya,” tutupnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post