SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar menjelang Tahun Baru Islam 1447 Hijriah ini dinilai sebagai momentum penting untuk mencetak kader muda yang militan, ideologis, dan siap menjadi penggerak perubahan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PC GP Ansor atas inisiatif dan kerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ini adalah sarana strategis untuk menyiapkan generasi muda NU yang siap berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Asisten I Setda Kotim, Rihel, Jumat 27 Juni 2025m
Menurut Rihel, kegiatan kaderisasi ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan momen pergantian tahun Hijriah. Tahun Baru Islam bukan sekadar perubahan kalender, melainkan saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan transformasi diri, baik secara individu maupun kolektif.
“Dalam konteks kaderisasi, hijrah berarti berpindah dari keterbatasan menuju kemajuan, dari reaktif ke produktif, dari pemuda biasa menjadi kader militan pembawa perubahan. Saya mengajak seluruh kader GP Ansor dan Banser menjadikan tahun baru Islam ini sebagai titik awal hijrah pribadi dan kolektif,” tegasnya.
Rihel mengajak para kader untuk keluar dari zona nyaman dan mulai menempuh medan perjuangan. Ia menekankan pentingnya menjadi pemuda yang aktif, berprinsip, dan membangun bangsa.
“Dari ikut-ikutan menjadi pejuang yang berprinsip. Dari pasif menjadi pemuda aktif yang turut serta membangun bangsa,” tambahnya.
Dalam semangat hijrah ini, lanjut Rihel, Pemerintah Kabupaten Kotim mendorong sinergi yang lebih erat antara GP Ansor, Banser, dan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk menghadirkan perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
“Kami mengajak GP Ansor dan Banser terus bersinergi dengan Pemkab Kotim, khususnya dalam bidang pendidikan dan literasi keagamaan, penanggulangan paham ekstrem dan radikal, kegiatan sosial kemasyarakatan, penguatan ekonomi kreatif dan wirausaha pemuda, serta program pembangunan berbasis masyarakat,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa Ansor dan Banser bukan hanya benteng ideologi, tetapi juga motor perubahan sosial yang memiliki peran penting di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi kebutuhan bersama demi mewujudkan Kotawaringin Timur yang religius, aman, dan sejahtera.
“Pemerintah menyambut baik peran aktif GP Ansor dan terbuka terhadap kritik serta saran yang membangun demi kemajuan daerah. Silakan sampaikan aspirasi, karena kami percaya perubahan dimulai dari dialog dan kerja sama,” katanya.
Rihel memberikan motivasi khusus kepada seluruh peserta PKD dan DTD. Ia menekankan bahwa mereka bukan hanya peserta pelatihan biasa, tetapi calon pemimpin, penggerak, dan pelindung masyarakat di masa depan. Ia meminta agar pelatihan diikuti dengan niat ibadah, kesungguhan hati, dan semangat pengabdian.
“Jangan berhenti pada ‘kader administratif’. Jadilah kader ideologis-organisatoris yang mampu menjawab tantangan zaman dan menjembatani harapan rakyat. Dengan kaderisasi yang serius dan berkelanjutan, GP Ansor dan Banser akan terus melahirkan pemuda berkualitas, militan, dan siap memimpin di semua level,” ucapnya.
Rihel juga mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Ia berharap momentum tahun baru ini membawa keberkahan bagi seluruh langkah perjuangan para kader muda NU.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post