SAMPIT – Seorang pemuda diamankan polisi di Jalan Walter Condrat, Kelurahan Baamang Tengah, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) setelah kedapatan membawa senjata tajam jenis mandau dalam kondisi mabuk.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu 23 Februari 2025 sekitar pukul 00.04 WIB dini hari. Kejadian bermula dari laporan masyarakat yang masuk ke Polsek Baamang pada pukul 00.01 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Aiptu Tri Yanto dan Brigpol Muhammad Rofie Al Mubarok segera menuju lokasi dengan mobil patroli.
Berdasarkan pantauan langsung, saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemuda berinisial D ini sedang duduk di depan rumahnya bersama seorang perempuan yang diakuinya sebagai pacarnya. Polisi kemudian menemukan senjata tajam yang disimpan di belakang tempat duduknya.
Mengetahui hal tersebut, petugas langsung menginterogasi dan mengamankan sajam pemuda tersebut. “Kamu mabuk?” tanya seorang anggota polisi. Pemuda itu kemudian menjawab, “Iya, tadi mabuk arak, tapi sudah habis,” katanya.
Setelah dilakukan interogasi lebih lanjut, diketahui bahwa pemuda tersebut memiliki permasalahan dengan keluarganya. Orangtua dan kakaknya mengaku ketakutan saat melihatnya membawa senjata tajam, sehingga mereka memilih mengurung diri di dalam kamar. Saat diamankan, pemuda itu menangis dan mengaku menyesali perbuatannya.
“Saya akui salah, cuma yang bikin saya kecewa adalah perkataan kakak saya yang menuduh saya hendak menimpas orang. Itu mama kandung saya, bukan mama tiri. Mana mungkin saya tega melakukan hal itu,” ungkapnya dengan logat Sampit, sambil mengusap air mata di hadapan petugas.
Kapolsek Baamang, AKP Moch. Romadhon, membenarkan bahwa pemuda tersebut telah diamankan untuk dilakukan pembinaan, sementara senjata tajam yang dibawanya juga telah disita sebagai barang bukti. “Sudah kami amankan di Mapolsek,” ujar AKP Moch. Romadhon.
Selain kasus kepemilikan sajam, beredar informasi awal yang menyebut bahwa pemuda tersebut sempat menyekap pacarnya dan tidak mengizinkannya pulang. Namun, menurut pengakuan pemuda itu, pacarnya memang sering datang ke rumahnya atas kemauan sendiri.
Nampak pacar pemuda tersebut terlihat seperti trauma dan matanya bengkak diduga habis menangis, terlihat juga perempuan pacar pemuda itu juga tidak berani mendekati orang baru. Hal itu terlihat saat dipanggil oleh anggota Polsek Baamang terlihat raut wajahnya gemetar. Informasi terpisah yang dihimpun di lapangan bahwa keduanya saling mengenal dari sebuah perguruan yang mereka ikuti bersama.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post