SAMPIT – Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) turun tangan membantu penyelidikan kasus kematian seorang wanita bernama Siti Nurhasanah alias Ana, yang ditemukan tewas di dalam barak tempat tinggalnya di Desa Simpang Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Iyudi Hartanto, mengungkapkan bahwa tim Inafis Polda telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendukung penyelidikan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim Inafis Polres Kotim.
“Inafis Polda Kalteng juga turun untuk membantu tim Inafis Polres Kotim. Sebelumnya, tim kami sudah lebih dulu melakukan olah TKP,” ujar Iyudi kepada wartawan, Kamis, 13 Februari 2025.
Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada kemungkinan adanya tersangka dalam kasus ini. Salah satu petunjuk kuat adalah hilangnya telepon genggam milik korban, yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.
“InsyaAllah, ada yang mengarah ke tersangka. HP korban dibawa kabur satu. Dari tanda-tanda yang ditemukan, ada indikasi kuat bahwa ini adalah kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” bebernya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Siti Nurhasanah alias Ana diduga bekerja sebagai ladies companion (LC) atau pendamping hiburan. Ia cukup dikenal di sebuah aplikasi hijau yang sering digunakan oleh para pekerja hiburan malam. Dugaan sementara, pelaku pembunuhan adalah salah satu kliennya.
Misteri masih menyelimuti kematian Ana, wanita berambut pirang yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Minggu, 9 Februari 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan daster kuning, sementara wajahnya tampak membiru, menandakan kemungkinan adanya tindak kekerasan sebelum kematiannya.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti tambahan dan menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Penyidik juga terus menelusuri jejak komunikasi terakhir korban sebelum kejadian guna mengidentifikasi sosok yang diduga terlibat dalam insiden tragis ini.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post