SAMPIT – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua bocah warga Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang tenggelam di Sungai Mentaya pada Rabu 12 Februari 2025 sore lalu.
Korban yang diketahui bernama Jojo (12) dan Riko (9) diduga terseret arus saat berenang di sungai tersebut. Keduanya merupakan kakak beradik yang tinggal di RT 11, Kelurahan Kuala Kuayan.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika korban bersama beberapa temannya mandi di pinggir Sungai Mentaya. Namun, sekitar pukul 16.20 WIB, salah satu korban berenang terlalu jauh ke tengah sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter dan mulai terseret arus.
Melihat saudaranya dalam bahaya, korban lainnya mencoba menolong, namun justru ikut terseret dan tenggelam. Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera berlari memberi tahu warga sekitar.
Warga kemudian melakukan pencarian secara manual sejak pukul 16.30 WIB, namun hingga pukul 19.59 WIB tadi malam, kedua korban belum ditemukan. Pencarian sempat dihentikan pada pukul 02.00 WIB, setelah warga menyisir radius 500 meter dari lokasi kejadian tanpa hasil.
Tim SAR dari berbagai instansi bergerak cepat melakukan pencarian. Berikut perkembangan pencarian berdasarkan laporan dari BPBD Kotim dimana pada Kamis, 13 Februari 2025 sekitar 06.21 WIB Tim BPBD dan SAR Sampit tiba di Kuala Kuayan dan berkoordinasi dengan Camat serta sukarelawan BPBD Kotim dan 06.39 WIB Tim mulai melakukan asesmen lokasi dan koordinasi lapangan.
“Pada pukul 07.30 WIB Tim mempersiapkan peralatan pencarian, termasuk perahu karet dan drone untuk membantu pencarian di area sungai,” ucap Kadis BPBD Kotim, Multazam.
Menurutnya, tim SAR menggunakan berbagai perlengkapan untuk mempercepat pencarian, yaitu 1 unit mobil R4 Slip On untuk mobilisasi perahu karet dan peralatan keselamatan, 1 unit perahu karet LCR dengan mesin speed boat 15 PK, 4 unit life jacket, 1 unit genset portable dengan 2 lampu penerangan, serta 2 unit HTuntuk komunikasi dan 1 unit drone untuk pemantauan dari udara.
“Hingga saat ini pihak kami masih melakukan pencarian,” pungkasnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post