SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur dinyatakan telah memberikan kontribusi serta turut andil dalam menaikkan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Hal itu dibuktikan dengan diberikannya apresiasi dan penghargaan oleh Bupati Kotim Halikinnor yang diterimakan oleh Muhammad Noor Aqbar selaku inovator BuSa PAUD (Buku Saku Pendidikan Anak Usia Dini).
“Tersusunnya buku saku ini merupakan kerjasama sejumlah pihak, yakni Dinas Pendidikan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Bunda PAUD, KKKTK (Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak – Kanak), dan beberapa pihak lainnya termasuk Penilik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, M Irfansyah, Minggu 26 Mei 2024.
Buku Saku Indikator Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini adalah versi miniatur dari STPPA (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak) yang dimodifikasi agar lebih operasional dan praktis untuk digunakan olah orang tua/wali peserta didik PAUD.
“Isi buku saku ini terdiri dari 6 Aspek Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini. Perkembangan yang dimaksud adalah perubahan prilaku individu anak berkesinambungan baik secara kuantitatif maupun kualitatif,” jelasnya.
Tujuan utama penyusunan buku ini adalah untuk memenuhi salah satu kriteria keberhasilan jangka pendek peningkatan kualitas layanan PAUD yang mana merupakan bagian dari inovasi Dinas Pendidikan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF di Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter.
Buku ini diharapkan menjadi jembatan penghubung antara orang tua/wali peserta didik dengan lembaga penyelenggara PAUD. Bagi Dinas Pendidikan, Buku ini adalah instrumen untuk menganalisa ketercapaian perkembangan anak secara individu dan keberhasilan pendidikan anak usia dini secara makro khususnya di Kotim.
“Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan memberikan masukan dalam penyusunan sampai tercetaknya buku saku ini. Semoga buku ini dapat menjadi kontribusi dalam upaya Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan Anak Usia Dini,” ucapnya.
Sementara itu Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan apresiasi terhadap Disdik Kotim yang sudah memberikan inivasi. Menurutnya inovasi daerah untuk meningakatkan kenerja penyelenggaraan pemerintah daerah.
“Sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah,”bebernya.
Prinsip Inovasi daerah sendiri diantaranya, peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak menimbulkan konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai kepatutan dan dapat hanya dipertanggungjawabkan hasilnya tidak untuk kepentingan diri sendiri.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post