PANGKALAN BUN – Seorang pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah rawa di area Perusahaan Kelapa Sawit PT GSYM Astra Group, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 3 Januari 2024, pukul 11.29 WIB.
Pria yang mengenakan baju warna biru Dongker lengan panjang, bercelana pendek hitam tersebut saat ditemukan kondisinya sudah mulai membengkak. Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Yusfandi Usman mengungkapkan, korban yang saat ditemukan tidak mengantongi identitas tersebut, adalah salah satu terduga pelaku pencurian tandan buah segar kelapa sawit yang melarikan diri usai dikejar oleh security perusahaan dan menceburkan dirinya ke rawa.
“Diduga korban ini kecapekan dan lemas saat berenang, sebelumnya korban melakukan pencuri buah sawit pada 1 Januari lalu, korban kepergok security dan menceburkan diri ke rawa atau parit besar, sementara teman lainnya tertangkap, dan sedang diproses,” ujarnya, Kamis 4 Januari 2024.
Lanjut dia, sebelum ditemukan tewas, korban melakukan pencurian kelapa sawit bersama 3 rekannya yang lain. Saat itu, dan 2 orang temannya berangkat untuk mengambil sisa buah yang sedang dipanen. Sementara korban bersama 1 orang temannya berteduh untuk beristirahat di bawah pohon sawit.
Ketika petugas pengamanan kebun (security) sedang melakukan patroli, mereka memergoki korban dan rekannya yang lagi beristirahat. Kemudian korban melarikan diri dan melompat kesebuah rawa parit besar, sementara teman satunya tidak bisa berenang sehingga tertangkap.
Lanjut dia, atas penemuan mayat tersebut Kapolsek Aruta Ipda Edi Haryanto bersama Wakapolsek dan anggotanya didampingi pihak perusahaan mendatangi TKP, selanjutnya mayat yang ditemukan dibawa ke RSUD Sutan Imanudin Pangkalanbun untuk di Visum.
“Telah kami lakukan visum di RSSI Pangkalan Bun dan dari keterangan Dokter mengatakan tidak adanya ditemukan kekerasan pada tubuh korban, kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman kasus penemuan mayat dan juga kasus pencurian buah sawit yang menyertainya,” pungkasnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post