SAMPIT – Selain harus melayani konsumennya secara offline, pedagang emas bernama H Sani, tak jarang memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk mempromosikan dagangannya secara online. Toko emas H Sani yang berada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini hampir menjadi korban penimpuan.
Begini krobologisnya, belum lama ini, dirinya hampir saja tertipu dengan pelaku yang berpura-pura menjadi pelanggannya. “Nyaris saja saya tertipu. Karena, saat itu pelaku mengirim bukti transaksi lewat WhatsApp. Pas di cek, saldonya gak ada. Jelas ini penipuan,” ujar H Sani, Minggu 31 Januari 2021.
Ia menjelaskan, aksi penipuan itu terjadi kala ia ada memposting dagangannya berupa emas melalui medsos yakni Facebook, Instagram dan beberapa media sosial lainnya. Saat itu, salah satu akun tak dikenal menanggapi dengan postingannya.
Saat itu, pelaku penipuan ini ada membeli beberapa emas dan mengirim foto bukti transfer. Saat di cek ternyata nominal yang ada di saldonya tetap sama alias tidak bertambah. “Untung saja, saat itu saya terlebih dahulu mengecek saldo saya. Herannya lagi kok bisa-bisanya dia membuat bukti transfer persis pada umumnya. Jelas ini tindakan kriminal,” bebernya.
Sementara, kejadian ini tidak ia laporkan kepada Polisi. Namun, yang jelas, ia akan lebih berhati-hati lagi saat melayani konsumennya secara online. “Resikonya memang seperti itu. Kalau kita tidak hati-hati, ya bakal jadi korban kejahatan. Apalagi, masa sulit seperti saat ini pasti akan ada banyak mengambil kesempatan melakukan kejahatan,” pungkasnya
(adi/matakalteng.com)






















Discussion about this post