SAMPIT – Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan produksi padi di Kabupaten Kotim mencapai 3,68 ton hasil panen per hektare. Yang mana sektor pertanian ini menjadi pilar utama dalam perekonomian daerah.
“Selain padi Kabupaten Kotim juga menghasilkan berbagai jenis palawija seperti kedelai, kacang tanah, jagung, ubi jalar dan ubi kayu,”kata Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, Rabu 12 Maret 2025.
Dijelaskannya bahwa data untuk hasil panen dikumpulkan melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) digunakanuntuk menentukan luas panen padi setiap bulan, sementara data palawija masih bersumber dari laporan dinas pertanian.
“Komoditi lainnya yang juga menyumbang perekonomian daerah yaitu produksi hortikultura yang cukup signifikan, salah satunya semangka menjadi komoditas sayuran unggulan dengan produksi mencapai 4.705 kuintal pada tahun 2024 lalu,”bebernya.
Kemudian tanaman biofarmaka seperti Laos menjadi produksi terbesar yaitu 47.175 kg. Ditambah dengan sektor perkebunan kelapa sawit yang juga menjadi andalan Kabupaten Kotim mencapai 53.525,58 ton, disusul hasil produksi terbesar kedua yaknk karet dengan hasil produksi sebesar 22.755,99 ton.
“Selain sektor pertanian dan perkebunan, perikanan juga berkontribusi besar bagi perekonomian Kotim. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit menjadi pusat produksi perikanan laut. Namun, perikanan darat dari Sungai Mentaya justru mendominasi hasil tangkapan, dengan ikan patin sebagai komoditas utama,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post