SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menerima kunjungan sekaligus audiensi bersama Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka menjaga dan meningkatkan keamanan serta kondusifitas daerah di kabupaten Kotim.
“Kebetulan Kepala BIN Kalteng ini baru bertugas di Kalteng, sehingga kunjungan beliau ke Kotim dalam rangka untuk berkoordinasi dengan pimpinan daerah sekaligus mengantarkan anggota beliau yang ditugaskan di wilayah Kotim,”kata Wakil Bupati Kotim, Irawati, Rabu 12 Maret 2025.
Dalam pertemuan itu lanjutnya, dilakukan pembahasan dan pertukaran informasi terkait keamanan dan stabilitas di wilayah Kotim, yaitu mencakup berbagai aspek yang berhubungan dengan keamanan, baik keamanan nasional, keamanan provinsi dan keamanan di Kotim.
“Untuk pembahasan sendiri di Kotim yaitu membahas potensi ancaman keamanan di wilayah Kotim, mengingat Kotim pernah terjadi konflik dulunya dan jangan sampai terulang kembali,”bebernya.
Kemudian lanjut Irawati, pihaknya juga membahas upaya pencegahan dan penanggulangan gangguan keamanan, koordinasi antar instansi dalam menjaga stabilitas daerah, dan informasi intelijen yang dibutuhkan pemerintah.
“Kami berharap perkembangan situasi terkini bisa disampaikan kepada pemerintah daerah. Dan bersama-sama mendukung visi dan misi yang sesuai arahan dari pusat maupun provinsi dan daerah,”ujarnya.
Tambahnya, saat ini Kotim masih dikatakan aman dan kondusif, namuj ada sebagian yang perlu diwaspadai yaitu isu-isu yang sekarang tengah ramai terkait perkebunan. Karena perkebunan di Kotim saat ini ada sebagian diambil alih oleh pemerintah pusat.
“Untuk itu kita minta jika BIN mengetahui ada hal berpotensi pada saat pengambilan alih fungsi itu, segera sampaikan ke pemerintah daerah. Karena juga ada berbagai permasalahan koperasi yang masih menyangkut daerah perkebunan,”sebutnya.
Menurutnya, selain isu perkebunan hal lain yang perlu diperhatikan pula adalah Kabupaten Kotim merupakan tempat yang menerima siapapun bahkan mempunyai banyak jalur masuk baik itu darat, udara maupun laut. Sehingga Kabupaten Kotim kerap kali menjadi tempat persinggahan banyak orang dalam mencari kerja. Yang mana kemudahan akses masuk antar kabupaten hingga negara ini pula menjadi potensi Penyebaran narkoba di Kabupaten Kotim.
“Apalagi peredaran narkoba di Kotim bisa kita katakan sangat tinggi atau sudah masuk dalam zona merah. Sehingga, hal ini harus juga diperhatikan oleh BIN, karena BIN merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang bertugas melaksanakan tugas dan fungsi intelijen baik di dalam maupun di luar negeri,”imbuhnya.
Dirinya berharap melalui koordinasi yang baik bersama BIN, ke depannya ketika ada potensi masalah maka pemerintah daerah bersama BIN bisa bersama-sama mencari solusinya agar persoalan itu tidak membesar dan menimbulkan kegaduhan.
“Kedepan harus saling berbagi informasi, karena BIN mempunyai peran penting dalam menjaga keamanan nasional maupun stabilitas negara,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post