SAMPIT – Lonjakan harga bahan kemasan berbahan plastik mulai dirasakan para pelaku usaha di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat pedagang plastik harus menghadapi penurunan daya beli dari pelanggan mereka.
Salah seorang pedagang plastik di Sampit, Didin, mengungkapkan bahwa hampir seluruh produk kemasan yang ia jual mengalami kenaikan harga. Mulai dari plastik pembungkus, kantong kresek, wadah makanan dan minuman, botol plastik, hingga alat makan sekali pakai.
“Kenaikan harga ini terjadi karena bahan baku plastik seperti nafta dan resin terganggu pasokannya. Jadi dampaknya terasa sampai ke kami di daerah,” ujar Didin, Jumat 3 April 2025. Dia menjelaskan, kenaikan harga pada sejumlah produk bahkan cukup signifikan. Beberapa jenis plastik mengalami kenaikan antara 25 persen hingga 150 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Menurut Didin, salah satu produk yang paling terasa kenaikannya adalah plastik bening yang biasa digunakan untuk berbagai kebutuhan kemasan. “Plastik bening yang dulu sekitar Rp10 ribu per sepak sekarang sudah naik jadi sekitar Rp17 ribu. Itu yang paling terasa bagi pembeli,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pola belanja pelanggan. Jika sebelumnya banyak pelanggan membeli dalam jumlah besar, kini sebagian memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit untuk menekan pengeluaran. “Biasanya mereka beli satu sepak langsung, sekarang banyak yang beli satuan saja. Jadi otomatis penjualan kami ikut turun,” katanya.
Penurunan jumlah pembelian tersebut, lanjutnya, membuat omzet pedagang plastik ikut terdampak. Pedagang yang sebelumnya bisa menjual dalam jumlah stabil kini harus menghadapi penurunan penjualan akibat harga yang semakin tinggi.
Didin menilai kenaikan harga kemasan plastik ini tidak hanya berdampak pada pedagang plastik, tetapi juga pada pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan sekali pakai. Menurutnya, jika kondisi ini berlangsung lama, pelaku usaha kecil bisa ikut merasakan tekanan biaya produksi yang lebih tinggi.
Para pedagang berharap situasi pasokan bahan baku plastik di tingkat global segera kembali normal sehingga harga produk plastik di pasaran dapat kembali stabil. Dengan begitu, aktivitas jual beli juga dapat kembali seperti sebelumnya. “Kalau harga sudah normal lagi, pembeli biasanya kembali seperti biasa. Jadi kami juga berharap kondisi ini tidak berlangsung terlalu lama,” tutup Didin.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post