SAMPIT – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Satpol PP dan Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan dan Pasar melakukan pengawasan makanan dan minuman di Kabupaten Kotim melalui intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri 2025.
“Ada 8 sarana ritel distribusi pangan olahan yang kita kunjungi, dengan hasil 5 sarana tidak memenuhi ketentuan dan 3 memenuhi ketentuan. Yakni dengan temuan produk kedaluwarsa 5 item sebanyak 55 pcs, kemudian temuan produk rusak 19 item sebanyak 48 pcs,”kata Pengawas Formasi dan Makanan Ahli Madya BPOM Kalteng, Mei Indarti, Rabu 12 Maret 2025.
Dijelaskannya, 5 sarana yang tidak memenuhi ketentuan artinya ada ditemukan item yang kedaluwarsa, sementara 3 item yang memenuhi ketentuan tidak ditemukan item kedaluwarsa hanya ada item yang mengalami kerusakan.
“Kepada pelaku usaha, kita instruksikan kalau memang bisa diretur maka silahkan. Jika tidak bisa, maka dilakukan pemusnahan oleh pemiliknya dengan disaksikan oleh petugas,”jelasnya.
Adapun produk yang kadaluarsa menurutnya bermacam-macam, dari produk makanan rumah tangga, kemasan kaleng, bumbu instan dan minuman.
Untuk itu BPOM Kalteng menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa melakukan cek KLIK yaitu cek kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa. Begitu juga kepada pelaku usaha agar menerapkan hal yang serupa melalui cek KLIK guna memastikan produk yang dijual aman untuk masyarakat.
“Melalui kegiatan pengecekkan rutin ini kita harap produk yang dijual dipasaran bisa aman. Dan hal ini menunjukkan bahwa sinergisme yang dilakukan oleh pemerintah pusat beserta pemerintah daerah dalam hal pengawasan Obat dan Makanan ini sesuai dengan amanat Inpres nomor 3 tahun 2017 dan juga Permendagri nomor 41 tahun 2018,”bebernya.
Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Abdurrahman mengatakan, pihaknya bersyukur dengan kegiatan ini kita bisa mengunjungi sarana-sarana distribusi produk pangan yang ada di Kotawaringin Timur.
“Tentunya sarana-saranna yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, yang mana kunjungan ini dalam rangka memberikan kepastian rasa aman kepada masyarakat bahwa produk yang mereka beli dan konsumsi ini aman untuk digunakan,”ungkapnya.
Sejalan dengan imbauan BPOM, dirinya juga meminta agar masyarakat lebih cerdas dalam memilih produk-produk yang akan dikonsumsi, menggunakan cek KLIK.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post