SUKAMARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara Rendy Lesmana memimpin langsung pemantauan dan penelusuran terkait naiknya harga ayam potong dengan mendatangi pedagang pengecer yang ada di Pasar Saik Sukamara.
Rendy Lesmana datang ke Pasar Saik didampingi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sukamara yang ingin mengetahui secara langsung terkait tinggi harga ayam potong dalam beberapa hari belakangan.
Dari hasil pantauan tim di Pasar Saik Sukamara harga ayam potong mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu perkilogram, harga tersebut terlalu tinggi untuk kebutuhan ayam potong di Kabupaten Sukamara.
“Hari ini TPID turun langsung dalam rangka pengendalian salah satu komoditas kebutuhan pokok terutama untuk daging ayam potong yang dalam beberapa bulan ini yakni dari sebelum dan sesudah ramadan hingga saat ini harganya masih cukup tinggi,” ujar Rendy Lesmana, Rabu, 22 Mei 2024.
Upaya turun langsung kelapangan membuat pemerintah daerah melalui TPID menggali alur distribusi dan pemasaran ayam potong di Pasar Sukamara mulai tingkat pemasok hingga pengecer yang menyebabkan harga masih cukup tinggi.
“Dengan mengetahui alur distribusi dari pemasok atau peternak langsung hingga ketingkat pengecer, kita nantinya bisa intervensi dari tingkat awal hingga sampai ke pedagang pengecer, bahkan kita akan mendatangi langsung peternak yang ada,” terang Rendy Lesmana.
Menurut Rendy Lesmana, dengan pemantauan langsung dari tingkat peternak hingga pengecer ini diharapkan nantinya dapat diketahui apa yang menjadi penyebab tingginya harga ayam potong dan kendala yang dihadapi oleh masing-masing pelaku usaha ayam potong.
“Supaya nantinya pemerintah daerah bisa mengambil kebijakan terkait dengan anggaran termasuk untuk subsidi dan bantuan yang dibutuhkan dari alur usaha penyediaan ayam potong ini, dengan diketahui secara pasti maka anggaran bisa lebih efektif dan efesien,” tukas Rendy Lesmana.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post