KUALA PEMBUANG – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan sudah surut. Hal tersebut dimanfaatkan oleh para guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Desa Tumbang Langkai untuk membersihkan sekolah.
Sebelumnya Kecamatan Suling Tambun merupakan salah satu yang terparah dari enam kecamatan yang diterjang banjir. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencaba Daerah (BPBD) Seruyan, ketinggian banjir yang melanda kecamatan ini berkisar 1-2 meter.
Ratno, salah seorang guru Tumbang Langkai menyampaikan, debit air di Sungai Sulai (anak Sungai Seruyan) sudah seperti biasanya. Perlahan air mulai kering sehingga dimanfaatkan untuk mengajak para peserta didik membersihkan sekolah mereka.
“Sejak kemarin sebenarnya banjir mulai surut, tetapi baru hari ini kami memberanikan diri untuk bersih-bersih. Salah satunya ialah sekolah, agar anak-anak bisa mengejar ketertinggalan pelajaran mereka selama sepekan terakhir,” katanya, Rabu 16 September 2020.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Seruyan, Masrohim mengapresiasi apa yang dilakukan para guru di Desa Tumbang Langkai. Akan tetapi ia berpesan agar penerapan protokol kesehatan diperhatikan.
“Secara pribadi saya mengapresiasi, karena memang makna dari Bumi Gawi Hatantiring ialah bekerjasama atau bergotong-royong. Namun, protokol kesehatan harus tetap diterapkan diutamakan dalam beraktivitas,” tukasnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post