PURUK CAHU – Keberadaan Lopo Betang Perdie M. Yoseph di Kabupaten Murung Raya tidak hanya menjadi simbol budaya masyarakat Dayak dan ikon wisata daerah. Bangunan khas yang berada di kawasan Puruk Cahu tersebut kini juga memberikan manfaat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di wilayah setempat.
Saat ini, Lopo Betang dimanfaatkan sementara sebagai tempat penampungan prajurit yang bertugas di Murung Raya sambil menunggu pembangunan fasilitas militer permanen selesai. Pemanfaatan ini dinilai sangat membantu dalam mendukung kesiapan personel TNI yang menjalankan tugas pembinaan teritorial serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain sebagai tempat tinggal sementara bagi prajurit, keberadaan Lopo Betang juga memberikan manfaat lain, seperti menjadi pusat koordinasi kegiatan TNI di wilayah sekitar. Dengan fasilitas yang cukup luas dan representatif, prajurit dapat lebih mudah melaksanakan kegiatan internal, perencanaan program, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan wilayah.
Tidak hanya itu, keberadaan prajurit di kawasan tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Interaksi antara prajurit TNI dan warga diharapkan dapat mempererat hubungan kemasyarakatan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan rasa aman dan nyaman di lingkungan sekitar.
Pangdam Kodam XXII/Tambun Bungai, Zainul Arifin, saat melakukan peninjauan di lokasi menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah yang telah menyediakan fasilitas sementara bagi prajurit TNI.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam membantu penyediaan fasilitas bagi prajurit TNI. Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas serta memperkuat pembangunan wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung pemanfaatan fasilitas daerah selama tetap menjaga fungsi utama Lopo Betang sebagai pusat budaya dan ikon daerah.
“Lopo Betang Perdie M. Yoseph pada dasarnya dibangun sebagai simbol budaya masyarakat Murung Raya sekaligus ikon wisata daerah. Namun apabila sementara dimanfaatkan untuk mendukung tugas TNI demi kepentingan negara dan masyarakat, tentu pemerintah daerah sangat mendukung,” kata Heriyus, Senin 9 Maret 2026.
Dia juga berharap keberadaan prajurit TNI di Murung Raya dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, baik dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung program pembangunan daerah, maupun membantu kegiatan sosial di wilayah pedalaman.
Dengan berbagai manfaat tersebut, Lopo Betang Perdie M. Yoseph diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah sebagai pusat budaya dan destinasi wisata, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung tugas negara serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat di Kabupaten Murung Raya.
(rls/matakalteng)






















Discussion about this post