PULANG PISAU – Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tandean Indra Bella menyebut bahwa sejumlah masyarakat mengeluhkan terkait adanya penonaktifan kepesertaan sebagai anggota BPJS Kesehatan.
“Keluhan itu disampaikan masyarakat kepada saya saat melakukan reses beberapa waktu lalu. Ada keluhan masyarakat, salah satunya adalah kemarin terkait dengan dicabutnya kepesertaan BPJS Penerimaan Bantuan iuran. Masyarakat Pulang Pisau juga mengalami dampak yang seperti itu,” kata Tandean, Senin 9 Maret 2026.
la menjelaskan, dari pengakuan masyarakat, pada datang ke rumah sakit dengan merasa terdaftar sebagai anggota BPJS, ternyata sudah non aktif dan akhirnya kebingungan untuk mengaktifkan secara mandiri.
“Jadi ini juga perlu juga pemerintah daerah, walaupun itu kebijakan nasional, Kemensos gitu ya, tapi hal ini juga tidak bisa diabaikan nanti oleh pemerintah daerah, ” ujar Tandean. Menurut Tandean, rencananya akan melakukan diskusi terkait permasalahan itu dengan pihak terkait untuk mencari jalan keluar.
Menurut Tandean, kondisi anggaran saat ini sangat terbatas, sehingga perlu ada skala prioritas untuk program kedepan. Mengingat, anggaran kita sangat terbatas, APBD kita memang terjun bebas dan meminta masyarakat untuk memahami ini.
Namun, kata Tandean, sebagian masyarakat memang sepertinya memaklumi, karena informasi ini sudah jauh-jauh hari. Di desa juga, kata Tandan mengalami hal yang sama karena Dana Desa (DD) dipangkas, sehingga mereka tidak terlalu kaget.
Ia menambahkan, serta mengajak untuk mendukung program-program nasional yang sekarang diprogramkan oleh pemerintah pusat agar perekonomian bisa membaik di tahun 2027, sehingga program prioritas daerah, aspirasi masyarakat bisa direalisasikan.
(and/matakalteng)






















Discussion about this post