SAMPIT – Perubahan pola perdagangan yang semakin cepat menuntut pasar rakyat untuk terus beradaptasi. Tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, penguatan tata kelola hingga pemanfaatan teknologi digital juga dinilai penting agar pasar tradisional tetap mampu bersaing dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rody Kamislam, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit.
Menurut Rody, pasar rakyat memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Di dalamnya tidak hanya berlangsung aktivitas jual beli, tetapi juga terdapat ribuan pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.
Karena itu, keberadaan pasar rakyat perlu dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah.
“Pasar rakyat bukan hanya tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat agar mampu menopang perekonomian daerah,” ujar Rody, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menyebut perkembangan perdagangan modern dan pesatnya digitalisasi telah membawa perubahan besar terhadap perilaku konsumen. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama, termasuk oleh para pedagang pasar.
Namun, menurutnya, perubahan tersebut juga membuka peluang baru bagi pasar rakyat untuk berkembang apabila diikuti dengan peningkatan kualitas pengelolaan dan kemampuan pedagang dalam beradaptasi.
Rody menilai, pedagang perlu didorong untuk meningkatkan kapasitas, memahami perkembangan teknologi serta memanfaatkan berbagai peluang baru dalam memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha.
Dalam hal ini, pemerintah daerah memiliki peran untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang mendukung. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana pasar, pembinaan pedagang, penguatan tata kelola serta mendorong penerapan teknologi dalam aktivitas perdagangan.
“Kami meyakini pasar rakyat yang maju akan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Muswil APPSI Kalteng pun dinilai menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan dan menyusun langkah strategis dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi para pedagang.
Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk membahas keberlangsungan organisasi, tetapi juga dapat menjadi wadah menyampaikan aspirasi pedagang serta merumuskan program yang relevan dengan perkembangan dunia perdagangan.
Rody berharap hasil Muswil mampu melahirkan kepengurusan yang dapat menjalankan amanah sekaligus memperjuangkan kepentingan para pedagang pasar di Kalimantan Tengah.
“Jadikan Muswil ini sebagai wadah bertukar gagasan, memperkuat persaudaraan, dan menyusun strategi bersama demi kemajuan para pedagang pasar serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Muswil APPSI dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah yang hadir di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Rody berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antarorganisasi pedagang dan pemerintah, sehingga berbagai persoalan pasar dapat dihadapi melalui komunikasi serta kolaborasi yang lebih baik.
Muswil APPSI Provinsi Kalimantan Tengah kemudian secara resmi dibuka dengan harapan forum tersebut mampu menghasilkan keputusan dan program kerja yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kemajuan pasar rakyat dan kesejahteraan pedagang di Kalimantan Tengah.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post