SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim untuk mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 yang diterbitkan sebagai bentuk penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Surat edaran itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memberikan kenyamanan bagi anak saat memulai tahun ajaran baru.
“Gerakan ini untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Sabtu 11 Juli 2026.
Melalui kebijakan itu, seluruh ASN diimbau tidak hanya menjadi peserta gerakan, tetapi juga berperan aktif mengedukasi keluarga, kerabat, dan masyarakat agar ikut mendukung pelaksanaan GAMAS.
“Bagi ASN yang memiliki anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), diharapkan dapat meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sesuai jadwal masing-masing satuan pendidikan,”ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan program tersebut, ASN juga diminta mengisi formulir pelaporan serta mengunggah dokumentasi kegiatan secara mandiri.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan gerakan dimaksud, ASN diharapkan mengisi formulir pelaporan dan mengunggah dokumentasi kegiatan secara mandiri,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kotim berharap gerakan ini mampu meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak, sekaligus membangun budaya pengasuhan yang lebih positif di lingkungan keluarga.
Kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah diyakini dapat memberikan dukungan psikologis yang berdampak positif terhadap semangat belajar dan perkembangan karakter anak.
Melalui GAMAS, Pemkab Kotim juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun ibu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah sebagai figur penting dalam keluarga.
Langkah tersebut diharapkan menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut, tidak hanya pada hari pertama sekolah, tetapi juga dalam setiap proses pendidikan anak.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post