SAMPIT – Dari total anggaran belanja sebesar Rp2,385 triliun pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merealisasikan belanja sebesar Rp2,126 triliun. Artinya masih terdapat sekitar Rp258 miliar anggaran yang belum terserap hingga akhir tahun anggaran.
Data tersebut disampaikan Bupati Kotim Halikinnor dalam pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Kotim.
“Belanja yang telah ditetapkan sebesar Rp2.385.294.593.700 terealisasi sebesar Rp2.126.778.106.438,74 dengan persentase 89,16 persen,” ungkap Halikinnor, Selasa 23 Juni 2026.
Belanja operasional menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp1,511 triliun atau 88,72 persen dari target. Sementara belanja modal yang digunakan untuk pembangunan fisik daerah terealisasi Rp323,07 miliar atau 90,95 persen dari target.
Selain itu, transfer ke desa dan bantuan keuangan terealisasi sebesar Rp292,6 miliar atau 90,91 persen dari target yang telah ditetapkan.
Menariknya, pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dianggarkan sebesar Rp5 miliar tidak terdapat realisasi sama sekali sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya kebutuhan penggunaan anggaran darurat dari pos tersebut selama tahun berjalan.
Menurut Halikinnor, pelaksanaan APBD tetap diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah melalui program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur publik dan peningkatan iklim investasi.
“APBD merupakan instrumen pemerintah daerah yang hadir kepada masyarakat dalam upaya membangun daerah untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa seluruh realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Tengah dan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Melalui pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD tersebut, pemerintah daerah berharap dapat terus meningkatkan efektivitas perencanaan dan penyerapan anggaran sehingga manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post