SAMPIT – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pengaruh ekonomi global mulai dirasakan sektor pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pemerintah daerah menilai stabilitas subsidi BBM dan pupuk menjadi faktor penting agar petani tetap mampu menjaga produktivitas dan harga jual hasil panen.
“Kalau untuk BBM ini sendiri pasti berdampak ke semua hal. Bukan cuma harga pangan yang diterima masyarakat, tetapi juga produktivitas petani,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, Kamis 21 Mei 2026.
Menurutnya, sejumlah petani telah menyampaikan kekhawatiran terkait ketersediaan BBM subsidi dan pupuk bersubsidi. Jika subsidi tidak tepat sasaran, biaya produksi petani akan meningkat dan berdampak langsung pada harga gabah maupun hasil pertanian lainnya.
Yephi mengungkapkan keluhan tersebut juga disampaikan petani saat audiensi di wilayah Lempuyang. Petani berharap pemerintah tetap menjaga kestabilan harga di tingkat produksi agar mereka tidak merugi saat menjual hasil panen.
“Kalau mereka tidak dapat subsidi, mereka sulit memenuhi harga gabah Rp6.500 per kilogram. Kalau harus pakai BBM dengan harga sekarang, petani bisa rugi,” katanya.
Selain BBM, pupuk non-subsidi juga disebut mengalami kenaikan harga sehingga memberatkan petani, khususnya yang tidak masuk kategori penerima subsidi pemerintah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena mayoritas pelaku usaha pertanian di Kotim merupakan kelompok ekonomi kecil dan mikro.
Ia menjelaskan pemerintah selama ini berupaya melindungi petani melalui berbagai bentuk subsidi, mulai dari pupuk, benih hingga bantuan alat dan mesin pertanian. Karena itu, dampak kenaikan dolar terhadap petani kecil dinilai masih bisa ditekan selama program subsidi tetap berjalan.
“Pemerintah ini menutup dampak langsung kenaikan dolar melalui subsidi. Jadi masyarakat ekonomi menengah ke bawah relatif masih terlindungi,” ungkapnya.
Yephi menambahkan sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang sangat bergantung pada peran pemerintah, terutama dalam menjaga ketersediaan sarana produksi agar petani tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post