• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Tak Ada Jembatan, BBM Naik, Tak Ada Pilihan!! Warga Hanaut Tetap Menyebrangi Sungai Demi Hidup

Tak Ada Jembatan, BBM Naik, Tak Ada Pilihan!! Warga Hanaut Tetap Menyebrangi Sungai Demi Hidup

Sabtu, 9 Mei 2026
in Kotawaringin Timur
A A
FOTO: AGUS/MATAKALTENG + Kondisi penyebrangan di Pulau Hanaut, Kotim. 

FOTO: AGUS/MATAKALTENG + Kondisi penyebrangan di Pulau Hanaut, Kotim. 

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Di saat sebagian wilayah mulai menikmati pembangunan jalan dan jembatan megah, masyarakat Pulau Hanaut masih hidup dalam cerita lama yang tak kunjung berubah. Puluhan tahun berlalu, pergantian pemimpin datang dan pergi, namun satu hal tetap sama: janji pembangunan jembatan di Sungai Mentaya masih sebatas wacana.

Kini, di tengah harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus melonjak dan semakin sulit didapat, warga Pulau Hanaut kembali dihadapkan pada kenyataan pahit yang harus mereka jalani setiap hari. Mereka tidak punya banyak pilihan. Di atas Sungai Mentaya yang luas dan ganas, klotok-klotok kayu tua masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

Baca juga berita lainnya

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Dari alat transportasi sederhana itulah warga menggantungkan harapan untuk pergi ke Samuda, Sampit, maupun wilayah lainnya demi bekerja, berbelanja, sekolah, hingga mencari pengobatan. Meski harga BBM naik berkali-kali lipat, aktivitas penyebrangan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada kata berhenti bagi masyarakat yang hidup di wilayah seberang sungai. Namun konsekuensinya mulai terasa.

Tarif penyebrangan kendaraan roda dua yang sebelumnya Rp15 ribu kini naik menjadi Rp20 ribu per unit. Kenaikan itu dianggap tak terelakkan karena biaya operasional klotok ikut melonjak akibat mahalnya BBM. Bagi sebagian orang, kenaikan Rp5 ribu mungkin terlihat kecil. Tapi bagi masyarakat yang hampir setiap hari harus menyeberang sungai, tambahan biaya itu menjadi beban baru di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

Fitri, warga Desa Hanitipan, mengaku penyebrangan menggunakan klotok sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat Pulau Hanaut sejak puluhan tahun silam. “Dari saya kecil sudah seperti ini. Klotok ini jadi andalan kami untuk belanja ke Samuda, ke Sampit, dan ke mana-mana,” katanya. Sabtu 9 Mei 2026. Menurutnya, masyarakat sebenarnya ingin mengeluh terhadap kondisi yang tak pernah berubah tersebut.

Namun pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah karena tidak memiliki alternatif lain. “Kadang pengen juga mengeluh, tapi mau bagaimana lagi. Ini satu-satunya jalan kami,” katanya lirih. Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas penyebrangan berlangsung nyaris tanpa henti setiap harinya. Sedikitnya dua hingga tiga klotok dioperasikan secara bergantian untuk melayani mobilitas warga Pulau Hanaut dan daerah sekitarnya.

Sejak sebelum matahari terbit, aktivitas di Pelabuhan Palingkau, Desa Sei Ijum, sudah mulai ramai. Para guru yang mengajar di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut terlihat menunggu untuk menyeberang demi bisa tiba tepat waktu di sekolah tempat mereka mengabdi. Sebagian besar tenaga pengajar itu diketahui tinggal di luar wilayah Pulau Hanaut. Mau tidak mau, setiap hari mereka harus menghadapi derasnya arus Sungai Mentaya demi menjalankan tugas mendidik anak-anak di daerah seberang.

Bagi masyarakat di sana, menyeberangi sungai bukan lagi soal keberanian. Itu sudah menjadi rutinitas yang harus dijalani, meski nyawa menjadi taruhannya. Sungai Mentaya dikenal memiliki ombak besar yang berubah mengikuti musim dan cuaca. Saat angin kencang datang, permukaan air bisa berubah ganas dalam hitungan menit.

Belum lagi ancaman predator liar yang hidup di perairan tersebut. Buaya muara kerap disebut masih sering muncul di sekitar aliran sungai, menjadi ketakutan yang diam-diam hidup di benak warga setiap kali klotok mulai bergerak meninggalkan dermaga. Beberapa insiden transportasi sungai, baik klotok maupun taksi penyeberangan yang menghubungkan warga Pagatan, pernah terjadi sebelumnya. Namun anehnya, semua ancaman itu seakan tak lagi mampu menghentikan langkah masyarakat.

Karena bagi warga Pulau Hanaut, sungai bukan sekadar hamparan air yang memisahkan wilayah. Sungai adalah jalan hidup yang harus dilalui setiap hari, apa pun risikonya. Ditengah mahalnya BBM, sulitnya akses transportasi, dan janji pembangunan jembatan yang terus menguap bersama pergantian kekuasaan, masyarakat Pulau Hanaut hanya bisa berharap satu hal sederhana, suatu hari nanti mereka tak lagi harus mempertaruhkan nyawa untuk sekadar menyeberang. 

(gus/matakalteng) 

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Diundur, Operasional Airbus A320 Baru Dimulai Juni di Sampit

Next Post

BBM Naik, UMKM Mulai Tumbang: Kadin Kotim Soroti Dugaan Mafia Solar di SPBU

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Tani Merdeka Kotim Ditargetkan Bangun Jaringan hingga Desa, Fokus Kawal Persoalan Petani

Rabu, 22 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Pasar Rakyat Dituntut Beradaptasi di Tengah Perubahan Perdagangan, APPSI Kalteng Bahas Strategi Penguatan Pedagang

Selasa, 21 Juli 2026
Load More
Next Post

BBM Naik, UMKM Mulai Tumbang: Kadin Kotim Soroti Dugaan Mafia Solar di SPBU

Disdik Kotim Pastikan Insentif Guru PAUD Tetap Berlanjut Meski Anggaran 2026 Diefisienkan

700 Anak Ramaikan HUT IGTKI, Bunda PAUD Kotim Soroti Tingginya Anak Putus Sekolah di Pelosok

Iklan Tanah di Medsos Berujung Sidang Penipuan

Nama Wartawan Dicatut, Akun IG Diretas untuk Tipu Followers Lewat Promo Palsu

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK