SAMPIT – Rencana masuknya maskapai penerbangan baru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Operasional perdana Super Air Jet rute Jakarta–Sampit yang sebelumnya ditargetkan berlangsung Mei 2026, kini dipastikan mundur hingga pertengahan Juni mendatang.
“Penjadwalan ulang dilakukan karena mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan yang masih kurang stabil serta adanya rotasi armada di internal Lion Group,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, Sabtu 9 Mei 2026. Ia menjelaskan, maskapai awalnya menargetkan penerbangan pertama dilakukan pada 7 Mei 2026.
Namun setelah evaluasi operasional, penerbangan perdana dijadwalkan ulang menjadi 12 Juni 2026. Meski demikian, Raihansyah memastikan kesiapan Bandara H Asan Sampit untuk menerima pesawat Airbus A320 sebenarnya telah selesai dilakukan. Berbagai pengujian mulai dari kekuatan landasan, simulasi pergerakan pesawat, hingga pengaturan slot penerbangan dengan Bandara Soekarno-Hatta sudah rampung.
“Runway sudah diuji dan hasilnya dinyatakan aman untuk operasional pesawat berbadan besar. Jadi dari sisi teknis bandara sebenarnya siap,” ujarnya. Selain kesiapan fasilitas bandara, pemerintah daerah juga melakukan penanganan terhadap sejumlah pohon di area pendekatan landasan yang sebelumnya menjadi perhatian pihak pilot.
Penebangan dilakukan di beberapa titik demi mendukung keselamatan penerbangan. “Ada beberapa pohon yang sudah ditebang, terutama di sisi barat dan timur runway. Sisanya masih dalam proses karena berada di lahan milik masyarakat,” jelasnya. Kehadiran Super Air Jet sendiri dinilai cukup penting bagi masyarakat Kotim karena membuka alternatif penerbangan baru sekaligus menghadirkan operasional reguler pesawat berbadan besar pertama di Bandara H Asan Sampit.
Sementara itu, penjualan tiket untuk penerbangan perdana pada 12 Juni 2026 mulai tersedia melalui aplikasi pemesanan daring. Harga tiket rute Sampit–Jakarta terpantau berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta. Pemerintah daerah berharap kehadiran maskapai tersebut nantinya dapat memperkuat konektivitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan di Kotim.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post