SAMPIT – Ancaman fenomena El Nino yang mulai meningkat membuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperkuat. Pemerintah daerah bersama TNI, instansi terkait dan dunia usaha pun menggelar simulasi penanganan Karhutla guna memastikan seluruh sumber daya siap menghadapi musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal penting karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa adanya tanda pasti.
“Bencana tidak memberi kabar, maka kesiapsiagaan sumber daya harus dalam kondisi prima. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses siaga bencana Karhutla yang diinisiasi Kodim 1015/Sampit,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Menurutnya, latihan tersebut bukan hanya sekadar simulasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bersama seluruh pihak terkait untuk mengetahui kekurangan yang masih perlu dibenahi dalam penanganan Karhutla di lapangan.
“Kita akan evaluasi bersama apa saja yang masih kurang dan bagian mana yang harus ditingkatkan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi Manggala Agni dalam peningkatan kemampuan sumber daya manusia, terutama menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang mulai terasa sejak Mei 2026.
“Fenomena El Nino mulai bergerak di bulan Mei. Nilai IOD sudah berada di angka 0,94 dan ini mengisyaratkan adanya peningkatan potensi Karhutla,” jelasnya.
Multazam mengungkapkan kondisi cuaca saat ini juga mulai menunjukkan tanda meningkatnya risiko kebakaran, ditandai dengan munculnya hotspot dan tidak turunnya hujan selama beberapa hari terakhir.
“Sudah empat hari tidak ada hujan dan hotspot mulai muncul. Itu menandakan awal meningkatnya potensi Karhutla,” ungkapnya.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengedepankan kolaborasi dalam upaya pencegahan Karhutla.
“Pemerintah, TNI, Polri dan dunia usaha tidak mungkin bekerja sendiri. Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanganan Karhutla,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ocean Bagus Jaya (OBJ) Sudiono menyatakan pihak perusahaan mendukung penuh kegiatan simulasi tersebut karena penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
“Dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, kami tidak mungkin bekerja sendiri. Semua harus dilakukan bersama-sama dan saling mendukung,” ucapnya.
Ia mengatakan keterlibatan perusahaan dalam simulasi tersebut sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Kotim.
“Melalui kegiatan ini kami bisa menjalin hubungan dan koordinasi lebih luas dengan seluruh stakeholder terkait,” katanya.
Sudiono memastikan perusahaan juga telah menyiapkan berbagai sarana dan personel penanganan Karhutla sesuai ketentuan yang berlaku.
“Persyaratan yang tertuang dalam PP 32 seperti menara pantau api, patroli dan personel semuanya sudah kami siapkan,” tandasnya.
Sementara Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menjelaskan simulasi tersebut merupakan bagian dari Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok TNI Angkatan Darat dengan materi penanggulangan bencana Karhutla.
“Latihan ini merupakan puncak latihan aplikasi teritorial sistem blok dengan fokus pada penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurutnya, latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam mengantisipasi, mencegah hingga menangani Karhutla di wilayah Kotim.
Dalam pelaksanaannya, latihan difokuskan pada tiga tahapan utama, yakni pencegahan, penanganan dan pemulihan pasca kebakaran. Seluruh skenario diaplikasikan langsung di lapangan dengan melibatkan BPBD, Manggala Agni, Balai Kehutanan, perusahaan swasta hingga personel Yonif TP 823/Mentaya.
Letkol Inf Dwi Candra menegaskan latihan itu menjadi penting mengingat BMKG memprediksi fenomena El Nino berpotensi meningkat pada akhir 2026 dan mencapai puncaknya pada 2027.
“Apabila fenomena itu terjadi, seluruh unsur baik TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat maupun perusahaan swasta harus siap menghadapi dan mengantisipasi, termasuk melakukan penanganan apabila terjadi Karhutla,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post