SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan acara pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi CPNS Formasi Tahun Anggaran 2024 di Gedung Serba Guna Sampit.
Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Bima Eka Wardhana, mengatakan bahwa sosialisasi tersebut penting dilakukan mengingat HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan global yang memerlukan perhatian dan kepedulian bersama.
“Pada kesempatan ini juga dilaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan HIV/AIDS. Hal ini sangat penting mengingat HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan global yang memerlukan perhatian dan kepedulian kita bersama,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa penyebaran HIV dapat terjadi melalui beberapa cara, sehingga masyarakat perlu memahami dengan benar mengenai faktor risiko penularannya.
“Penyebaran HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Perlu kita pahami bersama bahwa HIV/AIDS tidak menular melalui kontak sosial biasa seperti berjabat tangan, berpelukan atau berbagi makanan. Oleh karena itu kita harus menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS,” tegasnya.
Bima juga mengajak seluruh aparatur sipil negara yang mengikuti kegiatan tersebut untuk aktif menyerap informasi yang disampaikan narasumber agar dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.
“Saya berpesan kepada bapak dan ibu semua agar dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan berpartisipasi aktif. Semoga pengetahuan yang diberikan oleh narasumber dapat meningkatkan pemahaman kita tentang cara penularan HIV/AIDS, mengurangi stigma terhadap ODHA serta mendorong perilaku hidup sehat guna menurunkan angka infeksi baru,” katanya.
Menurutnya, peran aparatur pemerintah sangat penting dalam mendukung program pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi kepada masyarakat serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan inklusif.
“Sebagai PNS, saudara-saudari memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mendukung program pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan inklusif,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post