BUNTOK – DPRD Kabupaten Barito Selatan meminta pemerintah daerah mengevaluasi pemberian subsidi sebesar Rp2,5 miliar kepada Perumda Tirta Barito yang dinilai belum menunjukkan kinerja optimal meski rutin menerima dukungan anggaran.
“PDAM ini setiap tahun selalu meminta subsidi, sementara mereka juga memiliki pendapatan dari penjualan air. Ini perlu dikaji kembali,” ujar anggota DPRD Barsel, H. Raden Sudarto Rabu, 1 April 2026.
Permintaan evaluasi tersebut muncul usai rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD yang membahas sejumlah agenda strategis daerah, termasuk alokasi anggaran untuk perusahaan daerah.
Dalam pembahasan itu terungkap bahwa rencana subsidi disampaikan oleh pihak Baperinda Barsel saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten beberapa waktu lalu.
“Kami tidak menolak subsidi, tetapi harus jelas dasar perhitungannya dan di mana letak kerugiannya,” tegasnya.
Menurutnya, sebagai perusahaan penyedia layanan air bersih, Perumda Tirta Barito semestinya memiliki sumber pemasukan yang cukup dari pelanggan, sehingga ketergantungan pada subsidi perlu dipertanyakan.
Ia juga menyoroti sumber air baku yang berasal dari Sungai Barito, yang dinilai seharusnya mampu menekan biaya produksi apabila dikelola secara efisien.
“Harus ada penjelasan komprehensif kenapa sampai membutuhkan subsidi miliaran rupiah,” tambahnya.
Meski demikian, DPRD tetap membuka ruang bagi dukungan anggaran terhadap perusahaan daerah sepanjang disertai kajian mendalam dan transparansi penggunaan dana.
Selain itu, dewan meminta pemerintah daerah memastikan peningkatan kinerja Perumda Tirta Barito, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun dalam tata kelola keuangan yang lebih akuntabel.
“Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, setiap rupiah yang digunakan harus benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Taufik/matakalteng.com)






















Discussion about this post