SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis, 26 Maret 2026.
Pendinginan dilakukan di Desa Bengkuang Makmur terhadap lahan seluas kurang lebih 0,95 hektare yang sebelumnya terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti hasil ground check di lapangan bersama tim gabungan.
“Tim TRC BPBD menindaklanjuti hasil ground check bersama Pondok Kerja Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Eka Bahurui. Setiba di lokasi, tim langsung melakukan pendinginan terhadap lahan terbakar seluas kurang lebih 0,95 hektare,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menerangkan, tim berangkat menuju lokasi pada pukul 08.36 WIB dan tiba sekitar pukul 09.35 WIB, sebelum akhirnya memulai operasi pada pukul 10.00 WIB. Proses pendinginan berlangsung hingga pukul 16.11 WIB, dengan total waktu penanganan sekitar enam jam lebih.
Menurut Multazam, lokasi kebakaran berada di lahan perkebunan milik warga bernama Muhajirin dengan luas keseluruhan sekitar tiga hektare. Namun, area yang terdampak langsung oleh kebakaran hanya sebagian dari total luas tersebut.
“Pemilik lahan juga tidak mengetahui adanya kejadian kebakaran di lahannya. Saat tim tiba, kondisi sudah terbakar dan masih menyisakan asap sehingga perlu dilakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam,” jelasnya.
Dalam penanganan ini, BPBD Kotim mengerahkan 10 personel TRC yang dibantu tujuh personel Manggala Agni. Berbagai peralatan turut digunakan, seperti satu unit mobil patroli rescue, empat unit sepeda motor, dua unit pompa portable, 20 roll selang, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Akses menuju lokasi cukup menantang, di mana tim harus menempuh perjalanan sekitar 4,2 kilometer melalui jalan Desa Eka Bahurui dari Jalan Poros Sampit–Samuda. Sumber air yang digunakan untuk pendinginan berasal dari parit atau saluran di sekitar lokasi.
Multazam menambahkan, vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar di atas lahan gambut, yang memang rawan memicu kebakaran dan sulit dipadamkan secara menyeluruh jika tidak dilakukan pendinginan.
“Pendinginan ini penting untuk mencegah munculnya titik api baru akibat bara yang masih tersisa di dalam tanah gambut,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa setelah proses pendinginan selesai, tim melakukan pengecekan ulang peralatan sebelum kembali ke kantor BPBD. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi karhutla masih cukup tinggi di wilayah Kotim.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post